Surveilance Keamanan Daging Qurban di Kota Bima

Hallo SobaTernak

Jumat, 31 Juli 2020 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Pemotongan Hewan Qurban, Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) melalui Kepala Seksi Pengawasan Higienis, Sanitasi dan RPH Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, melaksanakan pengambilan sampling daging Qurban di wilayah Kota Bima, untuk dilakukan pemeriksaan terhadap cemaran mikroba dan higine sanitasi produk daging. Menurut drh. Dwi Iswanto, selaku kepala seksi Pengawasan Higienis, Sanitasi dan RPH, sampel daging qurban tersebut akan diperiksa di Laboratorium Veteriner, UPTD Balai RSHLV, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.

Sampel daging Qurban yang terdiri dari daging sapi dan daging kambing tersebut, menurut mas Dwi, sapaan akrab drh. Dwi Iswanto, dikoleksi dari berbagai tempat pemotongan, diantaranya : RPH Asa Kota, Masjid Khusnul Khatimah berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Melayu dan Masjid Nurul Yaqin di Rabango’du, serta pemotongan di beberapa rumah warga.

Masih menurut mas dwi, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel daging tersebut nantinya dilakukan melalui uji lab Total Plate Count, untuk mengetahui cemaran mikroba dalam tiap gram daging. Selanjutnya dilakukan pula Uji spesifik terhadap kandungan Escherichia coli dan Coliform sp, dengan maksud untuk mengetahui sanitasi produk daging hewan qurban. Dengan mengetahui tingkat cemaran microba pada daging Qurban, akan menjadi petunjuk keamanan pangan saat dikonsumsi. Data cemaran mikroba sebagai dasar untuk menentukan kebijakan terhadap tata kelola hewan dan daging Qurban. Sesuai janji terhadap konsumen dalam dokumen panduan mutu ISO/IEC 17025:2017 Laboratorium Veteriner akan menyelesaikan pengujian dalam waktu 1 minggu, terang mas dwi.

Kondisi lingkungan pemotongan Hewan Qurban tidak dapat memberikan jaminan bahwa semua daging qurban terhindar dari cemaran mikroba terhadap daging Qurban, khususnya yang dilakukan di tempat terbuka dengan fasilitas seadanya. Oleh karenanya dibutuhkan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat, arti penting daging Qurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), sehingga manfaat daging Qurban bisa optimal dan keamanan pangan konsumsi masyarakat dapat terjaga, tutup alumnus UGM tersebut.

#NTBSejahteradanMandiri
#KampungUnggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *