Renja

RENCANA KERJA 2019

Sektor pertanian sebagai sektor andalan dalam pembangunan ekonomi serta untuk menekankan kembali arti pentingnya sektor pertanian dalam rangka ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing ekonomi nasional. Untuk menindaklanjuti program tersebut, Kementerian Pertanian telah meluncurkan Rencana Aksi Pemantapan Ketahanan Pangan 2015 – 2019 yang menetapkan lima komoditas pangan strategis, yakni padi, jagung, kedelai, tebu, dan daging sapi. Dari komoditas tersebut, yang perlu mendapat perhatian terbesar adalah komoditas (daging) sapi mengingat sampai saat ini impor daging dan sapi bakalan jumlahnya masih sangat besar. Dalam rangka mempercepat pencapaian peningkatan produksi daging di dalam negeri guna memenuhi permintaan konsumsi masyarakat Indonesia, mengurangi ketergantungan impor terhadap daging dan ternak bakalan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha budidaya ternak ruminansia. Kementerian Pertanian meluncurkan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab). Upsus SIWAB mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka).
Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016. Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026 mendatang serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
Dalam mendukung program Nasional tersebut diatas, maka berpedoman pada RPJMD tahun Tahun 2018 – 2023, salah satu program prioritas daerah adalah meningkatkan ketahanan pangan, peningkatan ketahanan pangan merupakan peran penting sektor Pertaniaan secara umum, dan khususnya sector peternakan dalam penyediaan pangan asal ternak yaitu meningkatkan produksi daging dan telur bagi masyarakat NTB.
Program Unggulan daerah di sektor Peternakan adalah melalui program NTB BSS yang berorientasi pada peningkatan produksi hasil peternakan dan peningkatan pengolahan dan pemasaran hasil peternakan yang diharapkan dapat mengembangkan minat masyarakat dalam penydiaan pangan hewani dan peningkatan nilai tambah produk peternakan sehingga akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis pedesaan.
Untuk memantapkan pelaksanaan dan pencapaian target kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB terutama dalam mensukseskan Pembangunan Peternakan secara komprehensif tahun 2019 perlu disusun Rencana Kerja Tahunan sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan anggaran secara komprehensif termasuk dukungan pengembangan SDM dan kelembagaan yang terkait dalam mendukung Pembangunan Peternakan secara komprehensif pada tahun 2019
.