Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional Tahun 2020

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas) Tahun 2020

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB beserta Kepala Bidang dan Balai UPTD mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas) Tahun 2020 di Auditorium Utama Kantor Pusat Kementerian Pertanian melalui video confrence Zoom Meeting.

Pertemuan dibuka oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo dan dihadiri para pemangku kepentingan pertanian se-Indonesia ini, baik secara daring maupun langsung, mengangkat tema Pertanian yang maju, mandiri, modern dan langkah percepatan pemulihan ekonomi serta kesejahteraan petani pasca pandemi Covid-19.

Mentan menegaskan saat ini ketahanan pangan nasional, memiliki tantangan yang kuat. Utamanya pada masa pandemi ini. Menghadapi ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi covid-19, melaksanakan program pertanian dibutuhkan kerjasama yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah. Walaupun telah banyak dilakukan pemotongan anggaran pelaksanaan kegiatan Kementerian Pertanian, harus sesuai dengan sasaran prioritas pembangunan pertanian nasional.

Hasil akhir diharapkan Mentan dapat melahirkan target komoditas strategis nasional, dan dapat diturunkan hingga ketingkat provinsi dan kabupaten. Dirinya meminta untuk segera menyusun rencana kerja yang realistis, berdasarkan target yang telah ditetapkan.

Serupa penyampaian Mentan, Ketua Komisi IV DPR-RI Bapak Sudin meminta pelaksanaan program pertanian berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan, sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi, serta kesejahteraan petani pasca pandemi Covid-19.

Sementara itu Tahun 2021, merupakan tahun pertama implementasi dari restrukturisasi program. Diantaranya lima program, yaitu: (1) Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan yang Berkualitas; (2) Nilai Tambah dan Daya Saing Industri; (3) Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; (4) Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; dan (5) Dukungan Manajemen. Kegiatan ini merupakan restrukturisasi 12 program sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *