Antisipasi ‘’Ledakan’’ Pengangguran

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB mencatat angka pengangguran terbuka di NTB mencapai 82.000 orang. Dengan adanya pandemi virus Corona (Covid-19) yang berlangsung, jumlah tersebut dikhawatirkan bertambah.

Kepala Disnakertrans NTB, Dra.T.Wismaningsih Drajadiah, menerangkan selama pandemi Covid-19 jumlah pengangguran memiliki potensi penambahan dari beberapa bidang. Di antara pekerja pariwisata, pekerja migran Indonesia (PMI) serta sektor lain.

‘’Yang datang dari PMI sekitar 1.429 (orang) yang dipulangkan (karena pandemi), kemudian tambahan yang di pariwisata sekitar 15.000 orang dan 1.400 orang lagi dari sektor lain,’’ sebut Wismaningsih dikonfirmasi, Selasa, 23 Juni 2020.

Diterangkan, status para pekerja tersebut saat ini sedang dirumahkan oleh perusahaan. Terutama sebagai upaya penanggulangan dampak pandemi yang berlangsung. ‘’Artinya kita belum tahu situasinya. Di luar tingkat pengangguran terbuka tadi apakah (ada) penambahan,’’ ujar Wismaningsih.

Dengan mulai bergeliatnya sektor pariwisata, para pekerja diharapkan dapat kembali terserap secara bertahap sehingga jumlah pengangguran di NTB tidak bertambah. ‘’Mudah-mudahan yang sektor pariwisata bisa kembali lagi, karena mereka rata-rata dirumahkan. Bukan di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),’’ jelasnya.

Hal serupa juga diharapkan terjadi pada PMI. Di mana keberangkatan menuju negara penempatan memang ditutup sejak Maret lalu sebagai pencegahan meluasnya Covid-19. Setelah masing-masing negara penempatan membuka kembali akses mereka, PMI asal NTB diproyeksikan akan segera mengurus keberangkatan.

Di sisi lain, Wismaningsih menerangkan angka pengangguran di NTB secara umum tercatat menurun sejak 2019. Yaitu dari 3,74 persen menjadi 3,34 persen.

Penurunan tersebut khususnya didukung dengan penanganan bencana gempa 2018 lalu dan penanganan pandemi melalui JPS Gemilang pada tahun ini. ‘’Turunnya pada saat gempa, terutama karena pembangunan fisik yang ada di NTB itu ternyata menyerap banyak tenaga kerja. Kemudian dengan dikeluarkannya JPS Gemilang sekaran ini juga ada sekitar 15.000 tenaga kerja yang terserap,’’sebutnya.

Selain itu, untuk memperbesar peluang terbukanya lapangan kerja pascapandemi pihaknya juga telah bersurat ke PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Terutama untuk memastikan keterampilan-keterampilan kerja yang dibutuhkan untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

‘’Kita meminta data skill apa yang dibutuhkan, itu yang akan kita siapkan. Karena kita ada program pemagangan juga untuk menyerap tenaga kerja  langsung di perusahaan, baik di luar negeri atau dalam negeri,’’ ujar Wismaningsih.

Balai Latihan Kerja (BLK) juga disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengangguran di NTB. Dicontohkan seperti keterampilan bidang industri permesinan yang saat ini banyak dicari perusahaan dan diminati pencari kerja.

Dengan begitu, setelah selesai menjalani pelatihan para pencari kerja diharapkan dapat memiliki ketrampilan yang mencukupi sehingga dapat langsung terserap di perusahaan. ‘’Di mesin itu banyak sekali peminatnya. Jadi setelah selesai praktik, mereka bisa langsung diserap,’’ pungkasnya. (Suara NTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *