SOSIALISASI SOP PEMOTONGAN HEWAN QURBAN PADA DAERAH TERTULAR PMK

SOSIALISASI SOP PEMOTONGAN HEWAN QURBAN PADA DAERAH TERTULAR PMK


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menghadiri dan membuka secara langsung Rapat Koordinasi Pembinaan Persyaratan Sanitari Pengeluaran Produk Hewan yang diikuti oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan/yang Membidangi Fungsi-fungsi Peternakan beserta Perwakilan Pengurus Masjid se-Pulau Lombok yang bertempat di Hotel Lombok Raya, Jumat (17/06/2022).

Rapat koordinasi kali ini terkait Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penjualan dan Pemotongan Hewan Qurban Tahun 2022 terutama untuk daerah/wilayah yang ternaknya terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Disnakkeswan NTB, Ahmad Nur Aulia menyampaikan perlu penanganan khusus untuk Penyakit Mulut dan Kuku yang menular terhadap hewan ruminansia, sehingga laju penyebaran penyakit dapat dikendalikan dengan memperhatikan dan melaksanakan hal-hal yg bersifat teknis.

Untuk hal tersebut, salah satu upaya pengendalian dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB mensosialisasikan penyusunan Standar Oprasional Prosedur Penjualan dan Pemotongan Hewan Qurban tingkat Provinsi yang sudah disepakati bersama antara Provinsi, Kabupaten/Kota dan perwakilan pengurus masjid. Dimana SOP ini menekankan akan pentingnya biosecurity untuk mencegah penyebaran virus PMK ke lingkungan yang pada akhirnya akan menyebabkan peningkatan kasus PMK pada ternak.

Dalam rakor pembinaan persyaratan sanitari pengeluaran produk hewan kali ini dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain tidak ada rekomendasi pembukaan lapak penjualan hewan qurban tetapi merubahnya dengan sistem online serta mensosialisasikan SOP tentang penjualan dan penanganan hewan qurban untuk wilayah yang ternaknya terinfeksi PMK.

#NTBGemilang

#NTBSejahteradanMandiri

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.