Perpanjang Masa Simpan Daging Domba dengan Rendaman Kluwak

Daging domba sering menjadi pilihan karena memiliki protein tinggi, sayangnya daging jenis ini mudah rusak untuk bisa disimpan beku maupun diawetkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan perendaman menggunakan kluwak.

Kluwak (Pangium edule) telah lama dikenal sebagai rempah-rempah dan bumbu tradisional dari beberapa masakan Indonesia, sebut saja rawon dari Jawa Timur. Ternyata, kluwak juga bisa mengawetkan daging domba dan mengurangi aroma yang tidak disukai oleh sebagian orang.

Kandungan alami kluwak membuatnya tidak berbahaya untuk kesehatan tubuh dan mengandung berbagai senyawa yang dapat memperpanjang masa simpan produk pangan hewani. Serbuk dan ekstrak biji kluwak mengandung senyawa minyak atsiri, sterol, asam lemak, flavonoid, tanin dan saponin.

Universitas Sumatera Utara (USU) telah melakukan penelitian penggunaan marinasi (perendaman) kluwak yang sudah terfermentasi selama 40 hari pada masa simpan yang berbeda terhadap pH, kadar air, warna dan tekstur daging domba.

Untuk fermentasi dipilih buah kluwak yang sudah tua dan disimpan di dalam karung selama 2 minggu untuk mempermudah pemisahan biji kluwak dari buahnya. Kemudian dicuci dan direbus selama 2 jam dan dilapisi abu. Biji kluwak dimasukkan ke lubang tanah, lapisi daun kering kemudian ditutup tanah dan diperam sekitar 40 hari. Setelah diperam digali kembali, dan ambil kluwaknya dan di cuci bersih.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi perendaman kluwak pada masa simpan yang berbeda berpengharuh sangat nyata terhadap warna daging dan pH daging. Namun tidak mempengaruhi kadar air dan tekstur daging domba, sehingga kualitas daging tetap dapat dipertahankan.

Penggunaan teknologi marinasi kluwak fermentasi dengan level 3-9% pada masa simpan 12 – 36 jam memberikan kualitas daging domba yang cukup baik ditinjau dari nilai pH, warna, kadar air, dan tekstur daging domba. (Sinar Tani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *