MENGENAL TEKNIK KULTIVASI CELL LINE PADA PRODUKSI VAKSIN

Dalam dunia kesehatan baik kesehatan manusia maupun dunia kesehatan hewan vaksin telah begitu dikenal masyarakat. Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) sebagai produsen vaksin hewan telah aktif memproduksi vaksin hewan sejak puluhan tahun yang lalu. Pusvetma berdiri pada 1952 dengan nama Balai Penyelidikan Penyakit Mulut dan Kuku (BPPMK). Didirikan di Wonocolo Surabaya, BPPMK telah mengalami berbagai perubahan nama hingga yang kini telah dikenal di seluruh pelosok Indonesia dan di negara tetangga dengan nama Pusvetma.

Teknologi produksi vaksin di Pusvetma menggunakan beberapa teknik pembuatan. Kali ini kami akan berbagi informasi singkat mengenai Teknik Kultivasi Cell Line atau Kultur Sel pada Produksi Vaksin. Namun sebelumnya kita perlu tahu apa definisi Kultur sel/ jaringan. Kultur sel/ jaringan adalah pengembangbiakan sel/ jaringan yang dilakukan secara aseptis menggunakan media buatan yang dilakukan ditempat kerja yang steril. Dalam kesempatan terpisah, Drh. Diah Pancawidyana yang merupakan pejabat medik veteriner madya di Pusvetma telah mempresentasikan tentang Teknik Kultivasi Cell Line pada Produksi Vaksin yang membahas definisi kultur sel dan jaringan , beberapa jenis cell line, Persiapan peralatan dan bahan bahan serta media pertumbuhan sel, manfaat cell line dan hambatan dalam perkembangbiakannya dan juga penyimpanan sel. Paparan tersebut telah disampaikan pada seminar online 8 Agustus 2020 yang lalu. Seminar online terselenggara atas kerjasama antara Pusvetma dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.

Beberapa contoh cell line yang digunakan untuk pengembangbiakan virus antara lain, Sel BHK-21, Sel Vero, Sel PK. Mudahnya, begini penjelasannya dimulai dari persiapan peralatan dan bahan bahan serta media pertumbuhan sel, manfaat cell line dan hambatan dalam perkembangbiakannya dan juga penyimpanan sel. Kultur sel/ jaringan adalah pengembangbiakan sel/ jaringan yang dilakukan secara aseptis menggunakan media buatan yang dilakukan ditempat kerja yang steril. Sel BHK-21, Sel Vero, Sel PK adalah beberapa contoh cell line yang digunakan untuk pengembangbiakan virus, menggunakan media pertumbuhan sel yang mengandung antibiotika, asam amino, vitamin dan mineral. Proses tersebut dipersiapkan dalam ruang steril menggunakan cara filtrasi dengan membran 0,2 mikron. Cell Line juga memiliki manfaat yaitu bisa digunakan dalam uji Sitotoksisitas, Serum Netralisasi Test (SNT), Rapid Fluorescent Focus Inhibition Test (RFFIT) serta beberapa kegunaan lain. Beberapa hambatan dalam proses ini antara lain dapat juga dikarenakan pertumbuhan mikroorganisme lain juga bisa muncul seperti adanya jamur /yeast dan bakteri pengganggu.

Lalu bagaimana penyimpanan sel yang baik? Lanjut Drh. Panca memaparkan bahwa sel dalam kondisi penuh dan sehat dapat disimpan dalam Ultra Low Freezer dengan suhu -80° C dan dapat digunakan kembali jika dibutuhkan.
Demikian ya sobat informasi yang dapat kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Narahubung:
Drh. Diah Pancawidyana
Medik Veteriner Madya
Pusat Veteriner Farma

(Ditjen PKH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *