Peran Perunggasan Dalam Membentengi Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Peternakan merupakan bagian subsektor pertanian dan berperan penting serta srategis dalam struktur perekonomian nasional Indonesia. Peran tersebut semestinya bisa dimaksimalkan dalam membentengi jebakan pendapatan kelas menengah tersebut. Kontribusi subsektor peternakan terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian cukup besar, 15.87% dan 1.57% terhadap total PDB 2017. Selain hal tersebut, peternakan juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja. Menurut data Sensus Pertanian 2013 silam, jumlah rumah tangga yang terlibat langsung dalam usaha subsektor peternakan sejumlah 12.97 juta rumah tangga, dan merupakan peringkat kedua setelah subsektor tanaman pangan.

Daging broiler merupakan sumber protein hewani dari ternak unggas dengan harga yang terjangkau, mudah diperoleh dan mudah diolah menjadi berbagai macam masakan. Selain itu sektor perunggasan merupakan penyumbang terbesar protein hewani di Indonesia yaitu 65%. Secara ekonomi, nilai ekonomi perunggasan Indonesia juga terbilang besar yakni Rp428 triliun per tahun. Keunggulan lainnya, harganya relatif murah sehingga terjangkau masyarakat.
Tumpulnya kebijakan ekonomi dan alokasi anggaran merupakan alarm yang bisa mempercepat gelombang middle income trap.
Sampai titik ini diperlukan kebijakan yang cermat dan konsisten pro rakyat tak sekedar citra, yang bisa real menggerakan ekonomi perdesaan. Perlu mempersempit jarak pendapatan antara kaya dan miskin, pemerataan kue pembangunan wilayah, mendorong produktivitas yang tinggi sektor peternakan unggas khususnya. Hal tersebut dinilai bisa mempersempit peluang ‘jebakan’ pendapatan kelas menengah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *