Penyembelihan Kurban, Batasi Area dan Petugas Sembelih

Dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini, Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) telah membuat protokol kesehatan bagi pelaksana kurban. 

“Jelas ada perbedaan pelaksanaan kurban pada umumnya dengan pada masa pandemik Covid­-19. Kita harus memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Ketua Umum Juleha Indonesia, Muhammad Ali Subarkah.

Muhammad Ali menuturkan, tanpa mengurangi nilai syiar, pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini jelas akan ada pembatasan orang – orang yang biasanya berada dalam lingkungan kerja, termasuk dalam proses penyembelihan dan pengelolaan daging.

Tempat penyembelihan hewan dan pengelolaan daging juga harus terisolir dari masyarakat umum. Bahkan dimaksimalkan untuk tidak terjadinya kerumunan masa dan banyaknya orang yang terlibat dalam proses penyembelihan dan pengelolaan daging kurban.

“Yang dapat kita lakukan dalam hal ini adalah membuat shelter penyembelihan atau membuat se-compact mungkin area atau denah tempat penyembelihan dan pengelolaan daging kurban. Tentunya dengan pekerja dan panitia dalam kalangan yang sangat terbatas,” tuturnya.

Paling penting adalah dalam menangani proses penyembelihan dan pengelolaan daging kurban dengan memperhatikan hygiene dan sanitasi.

Salah satu upaya yang harus mendapat perhatian adalah juru sembelih, lingkungan serta setiap orang yang terlibat dalam kegiatan ini. “Mereka harus menggunakan APD, serta meminimalisir segala sesuatu yang sekiranya akan berdampak kurang baik terhadap hewan atau daging,” tambahnya. (Sinar Tani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *