Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun 2020

Halo SobaTernak

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2020 dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan agenda : 1. Eksisting Pendaptan Asli Daerah (PAD) Dinas Peternakan, 2. Realokasi anggaran internal dinas untuk pelaksanaan program startegis dan unggulan serta 3. Anggaran Belanja Tidak Terduga tidak boleh dihapus.

Dalam penjelasannya kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa PAD sebesar Rp. 1.093.000.000 dapat tercapai sesuai dengan target dan bahkan melampaui, jika alokasi anggaran diprioritas untuk penjualan ternak sapi yang ditarget sebesar Rp. 353.600.000 dilakukan secara mandiri oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kemudian Kepala UPTD BIB menambahan bahwa pemberian pakan berkualitas bagi ternak penghasil Semen Beku (STRAW) yang ada di UPTD BIB Banyumulek pun akan mendongkrak PAD, Straw yang dihasilkan sebanyak 100.000 dosis akan dibeli pemerintah pusat dengan nilai Rp. 655.000.000 merupakan penyumbang PAD terbesar dari Dinas Peternakan, serta sumbangan PAD dari UPDT yang lainnya.

Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah bagi unit usaha pangan asal hewan telah memenuhi persyaratan hygiene-sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan. Oleh karenanya Kepala Dinas berhadap agar kegiatan terjait dengan penerbitan NKV mendapat dukungan, sehingga industrialisasi di bidang peternakan dapat terwujud. Selain itu dinas peternakan akan bekerjasama dgn dinas perindustrian untuk membentuk outlet penjualan daging yg ber NKV.

Selanjutnya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, menjalaskan bahwa realokasi anggaran di internal tidak dapat dilakukan, karena anggaran murni tahun 2020 telah dilakukan rasionalisasi untuk Belanja Tidak Terduga yang alokasiya untuk pelaksanaan Kegiatan PANDEMI COVID 19. Sehingga perlu dialokasi anggaran tambahan sebagai upaya pencapaian Target PAD dan RPJMD.

Program strategis swasembada daging yang dicanang oleh pemerintah Provinsi NTB, akan dimulai dengan pemberian bantuan bantuan sapi (Hulu). Batuan tersebut akan diprioritaskan kepada kelompok sekitar RPH banyumulek untuk mendukung industrialisasi (hilir).

#NTBSejahteraDanMandiri
#KampungUnggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *