PEMANTAUAN DAN PENGAWASAN HEWAN QURBAN DI KECAMATAN CAKRANEGARA KOTA MATARAM

Pelaksanaan Pemantauan, Pengawasan dan Pemeriksaan terhadap Hewan Qurban di Kota Mataram, terbagi dalam beberapa Wilayah Kecamatan yang didasari oleh Keputusan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. NTB Tahun 2020. Pembagian lokasi ini dilakukan dalam upaya untuk mempermudah dan lebih efektifnya pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Dijelaskan kepala Balai Inseminasi Buatan Banyumulek, selaku koordinator kecamatan Cakranegara, Muhammad Nur, S.Pt., M.Si, bahwa Tim yang beranggotakan Drh. Diah Arlita S., M.Rural Dev., Drh. Aan Fathony, Ir. Femi Febriana, Ika Wahyuni, S.Pt, Sukmariadi, SKH dan Slamet serta dibantu oleh 7 orang Mahasiswa PKL Fakultas Peternakan Universitas Mataram melakukan Pemantauan, Pengawasan dan pemeriksaan Hewan Qurban pada sejumlah Masjid dan tempat tempat Pemotongan Hewan Qurban. Kegiatan ini dilakukan di Wilayah Kecamatan Cakranegara dengan 9 Kelurahan dan 32 titik baik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Mesjid/Mushola dan Tempat Pemotongan Hewan lainnya.

Masih menurut Muhammad Nur, S.Pt, M.Si, hasil pemantauan dari sejumlah tempat pemotongan tersebut didapatkan informasi dari beberapa Pengurus Mesjid, bahwa dalam Idul Adha 1441 H banyak masjid dan mushala yang tidak melakukan kegiatan pemotongan Hewan Qurban yang disebabkan oleh kondisi Pandemi Covid – 19. Dari hasil tersebut terdata bahwa Jumlah sapi yang di potong pada RPH Majeluk dalam 2 hari pemantauan sebanyak 39 ekor sapi. Pemotongan hewan qurban untuk jenis sapi di RPH Majeluk dilakukan oleh Petugas Jagal yang bersertifikat dengan tarif sebesar Rp. 500.000,- per ekor, terang Muhammad Nur, S.Pt, M.Si.

Selanjutnya dijelaskan pula, bahwa pada lokasi Masjid Agung Al-Muttaqim (Kelurahan Cakra Barat) terpantau pemotongan sejumlah 8 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Masjid Qubbatul Islam Kelurahan Cakra Selatan terdapat pemotongan sapi 2 ekor dan kambing sebanyak 15 ekor. Demikian pula pada Masjid As Syuhada komplek TNI Gebang terdapat pemotongan sebanyak 15 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Hasil pemeriksaan post mortem menunjukkan kedua hati sapi tersebut terdapat infestasi cacing hati sehingga tidak layak untuk dikonsumsi dan harus diafkir, jelas Muhammad Nur, S.Pt, M.Si.

Pemotongan pada sejumlah tempat pemotongan hewan qurban baik di RPH dan diluar RPH tetap mengikuti protokol yang sesuai dengan Pelaksanaan Kegiatan Qurban dalam situasi Wabah Bencana Non Alam Covid – 19. Penyembelihan Hewan Qurban terpantau sudah memenuhi aspek teknis dan syariat islam, pungkas Muhammad Nur, S.Pt, M.Si.

#NTBSejahteraDanMandiri
#KampungUnggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *