Le-Bui Sepeda Listrik Lombok : Dibeli Gubernur dan Bos Pertamina (2)

==============================

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

”Saya anggap ini pindah museum saja. Dari rencana musem Le-Bui ke museumnya Gubernur NTB,” kata Gede lalu tertawa.

Ya. Satu sepeda, yang pertama kali diproduksi Le-Bui rupanya dibeli langsung Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Tepat pekan lalu. Ketika orang nomor satu di NTB itu mendatangi bengkel kecil Le-Bui di Keru, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Sepeda listrik yang dibeli Gubernur memiliki model adventure. Gabungan sepeda gunung dengan tampilan motor trail.

Kata Gede, sepeda itu sebenarnya disembunyikan. Tidak dikeluarkan dari kamar saat Gubernur datang. Maklum, sepeda yang diberi nama Semar itu tidak memiliki baterai. Baterainya sudah dicopot Gede dan ditaruh untuk sepeda listrik lain.

Namun, ketika Gubernur hendak meminjam kamar mandi yang berada di kamar Gede, pandangannya nyangkut di sepeda Semar ini. Tanpa pikir dua kali, Gubernur langsung meminta Gede untuk melego sepedanya.

”Langsung dibeli sama Pak Gub. Rp55 juta. Nanti saya isikan baterai dulu, biar bisa jalan,” tuturnya.

Sebelum Gubernur, satu sepeda Semar lainnya, yang tipenya serupa, juga dibeli orang penting. Yakni Kepala Pertamina di Mataram. Yang langsung membeli saat pertama kali melihat sepeda listrik garapan Gede.

Dua sepeda itu, dengan berat hati dilepas Gede. Sedikit tidak enak hati untuk menolak. Meski begitu, ada perasaan lega juga, sebab yang membeli merupakan orang-orang penting. Tentu sepeda listriknya akan terawat dengan baik.

Semula, Gede pernah berkata kepada timnya. Jika Le-Bui menjadi perusahaan besar, sepeda-sepeda listrik yang pertama kali dibuat harus dimuseumkan. Sebagai pengingat sejarah perjalanan perusahaan di masa lampau.

”Biar kita bisa lihat model pertama yang dibuat,” kata Gede.

Sekarang ini, Le-Bui memang sedang bersiap-siap untuk melakukan lompatan. Bukan lagi sekadar industri kecil. Tapi bisa jadi industri besar. Yang menyokong kebutuhan sepeda listrik untuk provinsi maupun nasional.

Modal utama sudah dikantongi Le-Bui. Nama mereka sudah terkenal hingga luar negeri. Sepeda listrik buatannya pun bukan asal jadi. Semuanya dibikin dengan teliti. Termasuk boks baterai di sepeda.

Gede mengatakan, sambungan kabel dan baterai disembunyikan rapi di dalam boks. Tertutup rapat. Kondisi ini memungkinkan sepeda listrik bisa digunakan kapan saja. Meski dalam kondisi hujan deras sekalipun.

”Memang kita buat seperti itu. Jadi tidak perlu khawatir ada konslet. Semua aman,” ujarnya.

Bagi Gede, tak sulit untuk menaklukkan pasar eropa maupun amerika. Bule-bule di luar sana, sudah mengerti seperti apa sepeda listrik. Begitu juga mengenai kualitasnya. Ditambah lagi, selama lima tahun membuat sepeda listrik, lebih banyak pembeli dari luar negeri ketimbang dalam negeri.

Jika berbicara bisnis, tentu Gede akan memilih menjual sepeda untuk pasar luar negeri saja. Tapi, itu tidak dilakukannya. Ia ingin sepeda listrik Le-Bui dipakai juga oleh masyarakat lokal. Oleh orang Indonesia. (bersambung/r3)

sumber: https://lombokpost.jawapos.com/lapsus/15/07/2020/le-bui-sepeda-listrik-lombok-dibeli-gubernur-dan-bos-pertamina-2/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *