Disnakkeswan-PDHI NTB Menggelar Vaksinasi Rabies Gratis

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTB 1 menggelar vaksinasi rabies secara gratis sebagai upaya mencegah penularan penyakit hewan itu ke manusia.

Kegiatan vaksinasi hewan penular atau pembawa rabies (kucing, anjing, kera) dipusatkan di Kantor Disnakeswan NTB, Jalan Airlangga, Kota Mataram, pada Selasa.

“Kegiatan vaksinasi rabies gratis selama satu minggu tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Rabies Se-Dunia yang diperingati setiap 28 September,” kata Kepala Disnakeswan NTB Hj Budi Septiani.

Menurut dia, rabies adalah jenis penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Oleh sebab itu, Hari Rabies harus tetap digaungkan di tingkat pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga kelurahan/desa.

Untuk itu, kata Budi, pihaknya mempersilakan masyarakat yang memelihara hewan pembawa rabies untuk datang melakukan vaksinasi hewan peliharaannya tanpa dipungut biaya.

Petugas kesehatan hewan akan memberikan pelayanan setiap hari selama satu minggu, mulai pukul 09.00-11.00 Wita. Proses pemeriksaan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19, yakni pemeriksaan suhu tubuh pemilik dan hewan peliharaan. Selain itu, menggunakan masker, dan menjaga jarak antrean.

“Silakan datang ke pusat pelayanan. Berapa pun jumlah yang akan diperiksa, petugas siap melayani, tidak terbatas,” ujarnya.

Kegiatan serupa, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh Disnakeswan NTB, tetapi juga dilakukan oleh Disnakeswankabupaten/kota. Sebab, kasus gigitan hewan terjangkit rabies masih terjadi di Pulau Sumbawa (NTB).

Sementara di Pulau Lombok, lanjut Budi, sudah bebas dari kasus gigitan hewan rabies. Namun, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan karena Pulau Lombok diapit oleh dua daerah terjangkit wabah rabies, yakni Bali dan Pulau Sumbawa.

“Pulau Lombok sudah bebas, tapi masih menjadi daerah terancam karena diapit dua daerah terkena wabah rabies. Sedangkan di Pulau Sumbawa masih ada kasus, tapi sudah agak berkurang,” ucapnya.

Ketua PDHI Cabang NTB 1drh Muslihmenyebutkan pihaknya juga memberikan perhatian serius terhadap potensi penyebaran penyakit rabies. Sebab, masih ada kasus penyakit berbahaya yang ditularkan dari hewan ke manusia tersebut.

Disnakeswan NTB, kata dia, sudah menyediakan 10.000 dosis vaksin untuk disuntikkan ke hewan pembawa rabies, terutama yang dipelihara.

“Ada juga tindakan eleminasi terbatas untuk mengurangi populasi hewan pembawa rabies. Itu kami lakukan jika ada permintaan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan hewan pembawa rabies liar,” katanya. (Antara News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *