Asuransi Usaha Ternak Sapi / Kerbau di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Hallo SobaTernak

Berbagi Informasi yaa…

Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) adalah perjanjian antara peternak dan pihak perusahaan asuransi untuk mengikatkan diri dalam pertanggungan resiko Usaha Ternak Sapi/Kerbau yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada usaha peternak jika terjadi kematian dan/atau kehilangan melalui skema pertanggungan asuransi. Melalui AUTS/K ini diharapkan agar peternak yang mengalami kerugian usaha budidaya ternaknya, akan mendapatkan ganti rugi asuransi yang dapat digunakan sebagai modal dalam melanjutkan usahanya.

Kegiatan yang di inisiasi oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sejak tahun 2016 ini, melalui kegiatan fasilitasi aplikasi Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) sejak tahun 2019, telah mengalokasikan dan memberikan bantuan pembayaran premi asuransi usaha ternak sapi/kerbau pembibitan dan/atau pembiakan.

Adapun Kriteria peserta yang berhak menerima AUTS/K adalah sebagai berikut :
a.Peternak sapi/kerbau yang melakukan usaha pembibitan dan/atau pembiakan;
b.Sapi/Kerbau betina minimal berumur 1 (satu) tahun, masih produktif dan dalam kondisi sehat yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehata Hewan (SKKH) dari Dokter Hewan;
c.Sapi/Kerbau yang didaftarkan menjadi peserta AUTS/K paling banyak 15 (lima belas) ekor per peternak skala kecil.

Sedangkan Kriteria Ternak nya adalah :
a.Sapi/Kerbau diutamakan peserta program Si Komandan;
b.Peternak yang mendaftar harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK);
c.Sapi/Kerbau memiliki penandaan/identitas yang jelas (eartag, necktag, microchip atau lainnya);
d.Peternak Sapi/Kerbau bersedia membayar premi swadaya sebesar 20% dari nilai premi; yaitu senilai Rp. 200.000,-per ekor x 20 % = Rp. 40.000,-
e.Peternak sapi/kerbau bersedia memenuhi persyaratan dan ketentuan polis asuransi.

Sementara Risiko yang dijamin antara lain :
a.Sapi/Kerbau mati karena beranak
b.Sapi/Kerbau mati karena penyakit: Anthrax, Brucellosis (Brucella abortus), hemorrhagic Septicaemia / Septicaemia Epizootica, Infectious Bovine Rhinotracheitis, Bovine tuberculosis, Paratuberculosis, Campylobacteriosis, Brucellosis (Brucella suis), Penyakit Jembrana, Surra, Cysticercosis, PMK dan Q Fever, Bovine Ephemeral Fever dan Bovine Diarhea.
c.Sapi/Kerbau mati karena kecelakaan.
d.Sapi/Kerbau hilang karena kecurian.

#NTBSejahteraDanMandiri
#KampungUnggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *