Zoom Meeting terkait Branding Special Beef Tahun 2020

Rabu 08 Juli 2020, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB melalui Kepala Bidang PPHNak mengikuti Rapat Branding Special Beef tahun 2020 melalui aplikasi Zoom Meeting. Rapat tersebut di buka oleh Ibu Direktur PPHNak terkait dengan pembahasan tindak-lanjut hasil kunjungan verifikasi CP/CL dalam rangka persiapan kegiatan branding special beef dan rencana penyusunan SOP branding special beef di tahun 2020.

Menurut direktur PPHNaK, Output kegiatan tahun 2020 tersebut adalah tersusunnya 3 SOP yaitu :
1. SOP penanaman sampai pengolahan lamtoro.
2. SOP budidaya dan penggemukan sapi.
3. S0P perlakuan pasca paneng.
Ketiga SOP yang disusun oleh Bapak doktor tanda, BPK Prof DR Dahlannudin dan BPK DR. Ir. Rudi priyanto akan difinalisasi pada tanggal 3 Agustus 2020.

Branding special beef atau lamtora beef yang dihasilkan dari pakan lamtoro, sudah mulai berkembang di Kabupaten Sumbawa dan telah di kenal di beberapa Restoran dan bahkan Hotel di provinsi NTB, namun masih kurang dalam proses pemasaran. Sehingga diharapkan pemasaran lebih maksimal agar Daging Lamtoro Beef ini bisa menjadi menu utama dan menu favorite di Hotel dan Restoran khususnya di NTB dan bisa dipasarkan se Indonesia .

Selanjutnya dilakukan pembahasan terhadap hasil verifikasi di Kelompok Maraspanto Kecamatan utan Kabupaten Sumbawa pada Bulan Februari 2020 lalu. dengan kondisi kelompok saat itu terdapat anggota kelompok sebanyak 21 orang dengan kepemilikan sapi sebanyak 273 ekor ,dengan penggemukan menggunakan pakan lamtoro sebanyak 173 ekor dan Potensi Tanaman Lamtoro di lokasi kelompok sebanyak152.700 pohon.
Kegiatan pembinaan pada kelompok Maras Panto akan dilaksanakan pada tahun 2021, untuk uji coba awal akan dimulai dengan 18 ekor sapi dengan 4 org peternak dengan hasil akhir adalah terbitnya sertifikat organik terhadap proses budidaya dan produk daging sapi Lamtoro Beef atau Bali Beef.

Selain itu, pada kesempatan tersebut dibahas pula prioritas untuk persiapan pasca panen serta kesiapan RPH untuk menghasilkan daging yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) serta JuLeHa (Juru Sembelih Halal) dan rantai dingin.

#NTBSejahteraDanMandiri
#KampungUnggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *