Simponi Ternak, Layanan Informasi Pasar Peternakan di Era 4.0

Internet of Things adalah konsep  dimana suatu obyek mampu berkomunikasi dan berinteraksi virtual melalui interkoneksi jaringan internet sehingga menciptakan manfaat bagi masyarakat. Obyek tersebut mentransfer data melalui jaringan tanpa harus berhubungan langsung manusia ke manusia atau manusia ke komputer.

Semisal, lampu ruangan yang terkoneksi dengan internet dan bisa terintegrasi dengan smartphone sebagai pengaturnya,Internet of things sangat erat hubungannya dengan Revolusi Industri 4.0 karena IoT adalah unsur utama dalam revolusi industri 4.0.

Di dalam dunia peternakan IoT berpengaruh di dalam pengembangan industri pada aspek precision Farming dan prescriptive farming. Sistem usahatani peternakan yang tepat (precision farming) mampu untuk menghasilkan usahatani peternakan secara tepat sehingga menghasilkan produk secara optimal, melalui upaya penerapan teknologi yang tepat guna dengan berbagai tipologi alam  serta iklim dan cuaca  yang melingkupinya.

Sedangkan dalam prescriptive farming, peternak memperoleh pengetahuan melalui penyuluhan maupun bimbingan teknis, serta  akses informasi mengenai pengembangan usaha serta dinamika pemasaran dan sebagainya. Informasi harga merupakan salah satu contoh prescriptive farming.

Informasi harga menjadi satu aspek terpenting dalam pemasaran. Harga menjadi salah satu tolak ukur dalam pengambilan kebijakan serta potret dinamika pemasaran, bagaimana kondisi permintaan dan penawaran produk peternakan tercermin dari harga yang terbentuk di pasar. Di dalam menghadapi gejolak harga yang terjadi, pemerintah harus memiliki instrumen untuk memantau perkembangan pasar komoditas peternakan melalui informasi harga dari seluruh wilayah Indonesia. Untuk itulah diperlukan tersedianya sistem informasi pasar.

Pembangunan sistem informasi pasar bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja Pelayanan Informasi Pasar (PIP) dengan meningkatkan kualitas penyajian informasi pemasaran hasil peternakan, dimana kondisi saat ini, informasi harga masih belum dapat dihandalkan dan sulit diakses sehingga belum optimal memberi manfaat bagi pimpinan dalam penyusunan kebijakan dan belum optimal mendukung kinerja pengembangan usaha pemasaran produk peternakan Indonesia.

Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dalam menghadapi era industri pertanian 4.0 serta mampu mendukung program pembangunan peternakan, telah mengembangkan suatu aplikasi yang dinamai dengan SIMPONI-Ternak. SIMPONI-Ternak merupakan singkatan dari “Sistem Informasi Pasar Online Nasional Peternakan”. SIMPONI-Ternak merupakan aplikasi yang berbasis Sistem Operasi Android yang mampu menginformasikan perkembangan harga berbagai komoditas peternakan di tingkat peternak, tingkat grosir maupun tingkat konsumen di seluruh Provinsi.

Dengan tersedianya Aplikasi SIMPONI-Ternak diharapkan diperoleh beberapa manfaat yaitu tersedianya informasi pasar yang aktual, akurat, dan dapat ditelusuri;  tersedianya informasi dinamika pasar komoditas peternakan yang riil time dan bermanfaat bagi referensi kebijakan pimpinan serta para pemangku kepentingan; tersedianya sistem monitoring PIP;  pengelolaan database yang efektif dan efisien.

Disamping itu secara esensial SIMPONI-Ternak juga mengembangkan fitur Early Warning System (EWS) untuk memonitoring kondisi perkembangan harga produk peternakan yang mencakup 34 Provinsi. Diharapkan pergerakan harga setiap produk dapat dipantau setiap hari dengan antar muka spatial grafis pada dashboard website simponiternak.pertanian.go.id. Salah satu perangkat alert yang diterapkan adalah Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Tentang Harga Acuan Pembelian Di Tingkat Petani Dan Harga Acuan Penjualan Di Tingkat Konsumen. Saat ini masih berlaku Permendag Nomor 96 Tahun 2018.

Dengan adanya aplikasi ini diharapkan kinerja Petugas PIP di seluruh wilayah layanan pada 34 Provinsi lebih berkomitmen di dalam melaksanakan tugas updating data harga setiap hari serta melaporkan kondisi dinamika pasar produk  peternakan di wilayahnya. Sehingga terkait dengan penerapan Internet of Things,  hasil pelayanan yang diberikan benar-benar memberikan ‘sesuatu’ kepada khalayak. (Sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *