Rapat Koordinasi Teknis (Rakorteknis) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Tahun 2021

“Rapat Koordinasi Teknis (Rakorteknis) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Tahun 2021 “


Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakorteknis) Tahun 2021 yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dihadiri oleh seluruh Pejabat Esselon III dan IV lingkup Disnakkeswan Provinsi NTB.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memaduserasikan dan meningkatkan sinergitas antar Bidang dan UPTD dalam pencapaian sasaran dan program unggulan yang diemban oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB. Pada kesempatan tersebut, masing-masing Bidang, UPTD, seksi dan sub bagian mendapatkan kesempatan memaparkan rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2021. Beberapa point penting yang dihasilkan selama kegiatan ini, diantaranya :

  1. Meningkatkan koordinasi dan penajaman program dan kegiagan antar Bidang / UPTD agar target yang telah ditetapkan dapat lebih akseleratif.
  2. Segera melakukan kegiatan model pengembangan ternak kuda di NTB
  3. Melakukan indentifikasi terhadap sarang wallet yang ada di NTB untuk mengembangan industri wallet.
  4. Palaksanaan kegiatan KUR dan AUTS akan lebih masive, sehingga dapat menyentuh seluruh peternak di provinsi NTB.
  5. Industrialisasi peternakan juga harus memperkuat Rumah Potong Hewan (RPH) dan juru sembeleh halal (Juleha).
  6. Dalam upaya mendekatkan pelayanan kesehatan hewan, pada tahun 2021 akan dibangun klinik kesehatan hewan yang berlokasi berdampingan dengan kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB serta akan melakukan pelayanan kesehatan hewan berbasis mobile yang dapat di akses oleh masyarakat se Pulau Lombok.

Selain itu, Kepala Dinas menegaskan arti penting data dalam merencanakan program dan kegiatan sehingga perlu memperkuat data agar sasaran program kegiatan lebih terukur serta setiap program yang akan dilaksanakan harus selalu mengedepankan kepentingan masyarakat pungkas Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *