RAPAT KOORDINASI PENANGANAN PMK DI NTB

RAPAT KOORDINASI PENANGANAN PMK DI NTB


Untuk mengatasi wabah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak belakangan ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB bergerak cepat.

Senin (20/06/2022) diadakan Rapat Koordinasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dihadiri langsung Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Ahmad Nur Aulia di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Ditengah pandemi Covid-19 yang kasusnya mulai melandai di Tanah Air, tampaknya masih ada wabah lagi, yakni merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Wabah ini sangat merugikan karena berdekatan dengan hari raya Idul Adha.

Dalam rapat koordinasi penanganan PMK, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap semua hewan ternak yang akan dijadikan hewan qurban.

Menanggapi informasi terkait penyebaran virus PMK, Disnakkeswan Provinsi NTB menghimbau masyarakat untuk tidak panik ketika mendapati ternak yang dipelihara mengalami gejala PMK. Perlu diketahui bahwa virus PMK tersebut tidak menyebar ke manusia sehingga ternak yang terkena penyakit itu boleh disembelih untuk dikonsumsi.

Terkait dengan vaksin virus PMK, Dirjen PKH melalui Sesditjennak menyampaikan akan mendistribusikan vaksin sebanyak 800 ribu vaksin. Dimana pelaksanaan vaksinasi nantinya akan bekerjasama dengan posko-posko tanggap darurat di daerah. Peruntukkannya akan diprioritaskan untuk hewan sehat dan berisiko tinggi tertular, yang berada di sumber pembibitan ternak, peternakan sapi perah milik rakyat dan koperasi susu serta peternakan sapi potong.

Kementerian Pertanian melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) juga tengah mempersiapkan vaksin lokal yang diprediksi akan selesai akhir Agustus 2022 nanti.

#NTBGemilang

#NTBSejahteradanMandiri

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.