RAKERNAS LINGKUP DITJEN PKH TAHUN 2019

Rapat Kerja Nasional lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2019 dilaksanakan di IPB International Covention Center (IICC) Botani Square Bogor, Selasa (15/1/2019). Rakernas dihadiri seluruh Kepala Dinas yang menangani fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi se Indonesia dan Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis), serta Eselon 2 lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan agenda acara sidang pleno dan penandatanganan perjanjian kinerja.
Pada pembukaan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita mengatakan, pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun ini kembali difokuskan pada kegiatan percepatan peningkatan populasi dan produksi sapi/kerbau melalui Upsus Siwab dan pengentasan kemiskinan melalui program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera).

Untuk program BEKERJA, tahun 2019 menargetkan bantuan unggas lokal (ayam/itik) sebanyak 20 juta, naik 100 persen dari target 2018 yang hanya 10 juta ekor. Dengan target naik 100 persen, dari 200 ribu RTMP di 2018 naik menjadi, 400 ribu RTMP pada tahun 2019.

Selain itu juga Ditjen PKH tetap fokus pada peningkatan produksi pakan ternak, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, penyediaan benih dan bibit, produksi ternak, serta peningkatan pemenuhan persyaratan produk hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Bapak Dirjen menambahkan, hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian bahwa tugas dan fungsi pertanian adalah meningkatkan produksi, pemanfaatan teknologi, menciptakan inovasi baru, perkarantinaan, pengawasan, perbaikan sarana dan prasarana produksi. Tahun 2019 ini Kementan fokus dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, pengentasan kemiskinan melalui program BEKERJA, pengembangan lahan rawa (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani/SERASI), Obor Pangan Lestari (OPAL), dan mengembalikan kejayaan rempah-rempah.

Untuk tahun 2019 kegiatan prioritas tetap pada peningkatan produksi dan pengentasan kemiskinan. Kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tetap dilanjutkan dengan target 3 juta akseptor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *