Perda, “Senjata Pamungkas” untuk Lindungi Warga NTB dari Ancaman Covid-19

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular, Senin, 3 Agustus 2020 lalu, adalah bentuk perlindungan dan kasih sayang pemerintah kepada masyarakat. Khususnya dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19 di daerah ini.

“Perda ini ada untuk melindungi masyarakat, untuk mendisiplinkan masyarakat. Patuh pada protokol Covid-19, sehingga jumlah kasus turun, dan kita semua bisa hidup aman,” ujar Wagub saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Pandemi Covid-19, Selasa, 11 Agustus 2020.

Wagub menegaskan betapa Perda Penanggulangan Penyakit Menular ini adalah bentuk kebijakan sekaligus harapan masyarakat NTB untuk bisa selamat melewati masa pandemi ini. ‘’Perda ini harapan terakhir kita. Senjata pamungkas kita menghadapi masa pandemi ini,’’ tegas Rohmi.

Pada kesempatan tersebut, Rohmi juga menyesalkan adanya anggapan oknum masyarakat yang curiga dan beranggapan sinis tentang penerapan, khususnya sanksi yang diatur dalam Perda tersebut. ‘’Denda bukan tujuan. Tujuan dari Perda ini adalah semua mau menerapkan protokol kesehatan. Semua pakai masker, semua aman dan kita bisa kembali produktif,’’ terangnya.

Selanjutnya, Rohmi meminta kepada jajarannya untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh kabupaten /kota di NTB agar masyarakat dapat diedukasi dan mendapatkan pemahaman secara utuh tentang Perda ini.

‘’Sosialisasikan dengan gencar. Kolaborasi dengan perangkat daerah di kabupaten /kota agar masyarakat paham informasi positif dari Perda ini,’’ ujarnya.

Menanggapi arahan Wagub, Sekda NTB, Drs.H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyatakan, kesiapan perangkat daerah untuk bekerjasama dan aktif mensosialisasikan Perda Penanggulangan Penyakit Menular ke seluruh kabupaten /kota di NTB.

‘’Kami telah berkoordinasi dengan Danrem untuk membantu sosialisasi Perda. Para perangkat daerah bersama kabupaten/kota juga akan ikut sosialisasi Perda secara massif,’’ ujar Sekda.

Menambahkan arahan Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menegaskan bahwa antisipasi penyebaran Covid-19 terus dilakukan, khususnya kluster di perkantoran yang saat ini marak di NTB. ‘’Bersama Kadis Kesehatan di kabupaten /kota kita terus lacak hingga tataran kelurahan dan segera ditindaklanjuti,’’ (SuaraNTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *