PELAYANAN KESWAN DAN SOSIALISASI PMK
PELAYANAN KESWAN DAN SOSIALISASI PMK
Berawal dari adanya laporan dugaan ternak sapi masyarakat tertular penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Saba Janapria Lombok Tengah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menugaskan Tim Pelayanan Kesehatan Hewan ke lokasi tersebut.
Terlebih dahulu Tim melakukan koordinasi dengan Petugas UPT Kesehatan Hewan Kecamatan Janapria dengan melakukan hal-hal sebagai berikut (1) Mengumpulkan beberapa peternak dan memberikan penyuluhan terkait PMK, bahwasanya peternak tidak perlu takut terhadap penyakit PMK ini karena tingkat kematiannya sangat kecil bahkan dari beberapa ribu ekor sapi yang terkena PMK di Pulau Lombok hanya satu ekor yang mati itupun karena tympani atau kembung, dan hampir 50 persen sudah sembuh, (2) Memberikan desinfektan untuk dilakukan penyemprotan kandang dan bila ada gejala yang menunjukkan PMK seperti ada lepuh di cingur dan mulut pada hewan ternak sebaiknya dilakukan penyemprotan sebanyak 2 kali sehari, (3) Melakukan pemeriksaan hewan ternak.
Dari hasil pemeriksaan, menunjukkan sekitar 32 ekor ternak di duga suspek PMK dengan gejala ringan sampai sedang. Semua ternak sapi yang menunjukkan gejala PMK dilakukan pemberian obat simtomatis untuk meringankan gejala klinis.
Dalam hal kasus PMK ini, ada 3 hal yang perlu dilakukan yaitu (1) Membatasi keluar masuk sapi di lokasi termasuk membatasi saling kunjung antar peternak di kandang, (2) Melakukan penyemprotan kandang secara berkala, (3) Bila muncul gejala mulut berbusa atau keluar air liur berlebihan segera menghubungi petugas agar dilakukan pengobatan, dan bisa juga diberikan obat tradisional berupa kunyit, gula merah, telur dan madu.
Untuk perkembangan terkait dengan PMK ini akan dikontrol oleh Paramedis yang ada di Kecamatan Janapria Lombok Tengah.
#NTBGemilang
#NTBSejahteradanMandiri















