NTB Perpanjang Status Darurat Bencana Covid-19

Pemprov NTB memperpanjang status darurat bencana non alam Covid-19. Perpanjangan status darurat bencana non alam Covid-19 dengan melihat masih terjadinya penambahan kasus baru positif Covid-19 di NTB.

‘’Dengan angka kita yang masih stabil, sama seperti kemarin (status darurat bencana non alam Covid-19) masih kita lanjutkan,’’ kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi usai Salat Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB, Jumat, 19 Juni 2020.

Meskipun status darurat Covid-19 diperpanjang, namun Pemda, kata Gita menyadari betapa pentingnya arti new normal atau kenormalan baru. Sehingga dalam kondisi darurat Covid-19 menuju new normal tetap dikampanyekan kepada masyarakat agar tetap disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19. ‘’Protokol kesehatan itu harus konsisten kita lakukan,’’ katanya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB ini menambahkan, perpanjangan SK darurat Covid-19 sedang dipersiapkan. Ditanya seberapa lama NTB dalam status darurat Covid-19, Gita mengatakan Pemprov akan melihat perkembangan di lapangan.

‘’Nanti kita lihat di BPBD sedang mengkaji. Sedang kita konsolidasikan dengan Gugus Tugas,’’ tandasnya.

Gugus Tugas mencatat jumlah kasus terkonfirmasi positif di NTB hingga Kamis, 18 Juni 2020 sudah menembus 1.022 orang. Dengan rincian 695 pasien sudah sembuh dan 284 orang masih dirawat. Selain itu, sebanyak 43 pasien positif Covid-19 di NTB meninggal dunia.

Dari 10 kabupaten/kota di NTB, Lombok Utara dan Kota Bima jumlah kasus positif sudah nol. Sedangkan di kabupaten/kota lainnya masih ditemukan kasus positif. Kasus positif terbanyak masih berada di Kota Mataram sebanyak 154 orang, Lombok Barat 59 orang, Lombok Tengah 20 orang, Lombok Timur 15 orang.  Kemudian Sumbawa Barat 10 orang, Sumbawa 9 orang, Dompu 5 orang dan Bima 1 orang.

Terhadap dua kabupaten/kota yang kasus positif Covid-19 sudah nol. Gita berharap Pemda terus dapat menjaganya. Pemda diminta jangan lengah dengan kondisi yang ada saat ini. Supaya tak terjadi lagi lonjakan kasus.

‘’Tempo hari pernah ada, pagi kita deklarasikan kosong, sore ada lagi (penambahan kasus). Ini kita lihat konsistensi. Memang beberapa daerah itu menunjukkan gejala penuntasan. Kalau itu, bisa kita melakukan langkah-langkah recovery selanjutnya,’’ tandas Sekda. (Suara NTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *