Meeting Zoom Rancangan Pedoman Kesejahteraan Dan Transportasi Hewan

Hallo SobaTernak..
Kamis, 25 Juni 2020
Kepala Seksi Investasi dan Pengembangan Usaha bersama dengan Kasi Bimbingan dan Pengawasan Higine Sanitasi dan RPH mengikuti Video Conference yang di host oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Meeting dipimpin langsung oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dengan pokok bahasan Rancangan Pedoman Kesejahteraan dan Transportasi Hewan. Meeting diikuti oleh Direktorat Kesmavet, Direktorat PPHNak, Diretorat Perbibitan, Direktorat Perhubungan Laut, Darat dan Udara, Asosiasi Kesmavet, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memiliki populasi dan potensi untuk pengiriman ternak.
Tujuan penyususnan Pedoman Kesejahteraan dan Transportasi Hewan adalah untuk meminimalisir dampak pengangkutan hewan seperti potensi penyebaran penyakit, penyusutan berat badan, mengurangi tingkat stress dan cedera, menjaga kualitas daging, mengantisipasi terjadinya penurunan daya tahan tubuh selama dalam perjalanan.
Penerapan kesejahteraan hewan pada saat pengiriman, baik melalui darat, laut maupun udara mencakup sarana/prasarana dan cara pengangkutan, yang meliputi tahap persiapan keberangkatan, pemuatan (loading) sampai pada penurunan (uploading).
Pengangkutan ternak melalui jalur laut yang telah menerapkan kesejahteraan hewan sebagaimana yang telah dilakukan oleh KM. Camara Nusantara yang difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan. KM Camara Nusantara ini merupakan Kapal Khusus Ternak Standar Nasional yang dihajatkan khusus untuk memuat ternak antar pulau antar provinsi. Saat ini KM.Camara Nusantara memiliki 6 armada yang melayani seluruh daerah yang memiliki potensi dan populasi ternak untuk dikirim keluar daerah. Dengan terus berkembangnya potensi dan popolasi ternak serta meningkatnya permintaan pengiriman ternak dari daerah lain, maka perlu ada tambahan armada sesuai dengan kebututuhan.
Untuk transportasi melalui jalur darat, perlu dilakukan modifikasi sarana angkutan darat (truk) atau angkutan lainnya dengan penerapan kesejahteraan hewan selama dalam perjalanan seperti pengaturan daya angkut yang sesuai, penyiapan pakan yang cukup, perlindungan dari cedera, perlindungan dari panas dan hujan, dll.
Dengan dilaksanakan pertemuan ini diharapkan sistim transportasi hewan akan menjadi lebih baik dengan yang tentunya bahan asal hewan juga akan menjadi lebih berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *