Focus Group Discussion (FGD) Dalam Peta Kebijakan Daerah dan Kebutuhan Analisis GEDSI Dalam Rangka Penyusunan Rencana PRKBI Yang Inklusif Di Provnsi NTB

Pelaksanaa FGD dilaksanakan oleh Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) bekerjasama dengan BAPPENAS, LCDI dan BAPPEDA Provinsi NTB, yang dilaksanakan di Fave Hotel Mataram, tanggal 26 Juni 2026. FGD di fokuskan pada Analisis GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk memastikan bahwa kebijakan, program, dan proyek pembangunan memperhatikan kebutuhan dan hak-hak kelompok masyarakat yang rentan, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya yang mungkin terpinggirkan.

Dalam arahannya Kepala Bappeda mengharapakan intervensi atau integrasi GEDSI dengan anggaran dari setiap OPD Lingkup Pemerintah dalam mendukung rencana pembangunan daerah yang juga berintegrasi terhadap Rencana PRKBI, selanjutnya Kepala BAPPEDA menyampaikan Semua OPD berkontribsui terhadap Program Desa Berdaya terutama strategi percepatan menyelesaikan miskin extreme di NTB.

Harapan dari FGD ada intervensi OPD terhadap GEDSI. Dalam subsektor peternakan mencakup beberapa aspek, seperti:

  • Peningkatan kesetaraan gender dengan mempromosikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki dalam mengakses sumber daya dan mengambil keputusan.
  • Membantu meningkatkan kapasitas peternak perempuan dan penyandang disabilitas dengan menyediakan pelatihan dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Membantu meningkatkan akses ke sumber daya, seperti kredit, teknologi, dan pasar, bagi peternak perempuan dan penyandang disabilitas.
  • OPD membantu meningkatkan partisipasi peternak perempuan dan penyandang disabilitas dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program peternakan.

Dengan adanya intervensi OPD dalam perencanaan dengan penintegrasian GEDSI dan RPKBI dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan peternak perempuan dan penyandang disabilitas, meningkatkan kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam sektor peternakan serta berkontribusi dalam menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *