VERIVIKASI KELOMPOK KAMBING BPTU PELAIHARI DI KABUPATEN SUMBAWA

Identifikasi dan Verifikasi kelompok kegiatan penerima manfaat BPTU Pelaihari dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa terdiri dari 3 KTT yaitu, Pada elo Desa Labuan Sangoro Kecamatan Maronge dan Keban Ubat di Desa Empang Bawa Kecamatan Empang dan KTT Ternak Berkah di Desa Juran alas Kecamatan Alas.

Secara keseluruhan CPCL kelompok di lapangan dilakukan sejak tanggal 3-5 Agustus 2020 terhadap kelompok calon penerima manfaat. Komposisi Tim verifikasi terdiri dari Tim pusat yang dalam hal ini diwakili oleh Balai Besar Veteriner Denpasar, Tim Provinsi dan Tim Kabupaten/Kota.

Desa labuhan sangoro Kecamatan Maronge Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu dari tiga kelompok yang memperoleh bantuan melalui BPTU Pelaihari melalui dana aspirasi berupa ternak kambing (25 ekor / kelompok) jumlah penduduk sebanyak 1.873 jiwa atau 530 KK, dengan komposisi penduduk (16-60 tahun) sebanyak 1.039 orang, mayoritas berusia muda. Struktur penduduk menurut mata pencaharian terbesar adalah pedagang, nelayan, jasa angkutan, petani/peternak, pegawai dan buruh.

Sementara itu, desa kedua yaitu Desa Empang Bawa memiliki Kepadatan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 333 jiwa/kmĀ² terjadi di Desa Empang Bawa Kecamatan Empang, tingginya angka kepadatan pada desa Empang Bawa dapat dimaklumi karena zdesa Empang Bawa merupakan pusat pemerintahan di wilayah Kecamatan Empang.

Desa ketiga yang menjadi desa penerima manfaat dari BPTU Pelaihari adalah Desa Juranalas yang merupakan satu dari delapan desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Alas Desa Juran Alas Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat memiliki 4 Dusun, 10 RW dan 27 RT. Desa ini memiliki luas wilayah 3045 Ha dan beriklim Tropis dengan Jumlah Penduduk sebesar 5.033 Jiwa. Pekerjaan dan Mata pencaharian utama penduduk adalah petani, Buruh,Ojek, tukang kayu, wiraswasta, Pegawai Negeri, TNI, Karyawan swasta.

Hasil identifikasi dan verifikasi secara umum dijumpai bahwa tiga kelompok diatas merupakan kelompok pemula dan masih perlu memperoleh bimbingan secara tehknis baik dari Kabupaten/Provinsi.

Menurut Kepala Bidang Bitprokan Khairul Hadi, khusus kelompok pada elo di Kecamatan Maronge telah memiliki pengalaman beternak kambing di wilayahnya dengan sumber pakan yang cukup tersedia, telah memiliki kandang dan ternak sejumlah 14 ekor dan padang penggembalaan seluas 4 ha yang ditanami rumput gajah, lamtoro, kelapa dll. KTT pada elo juga telah memiliki kelengkapan administrasi serta telah terdaftar di aplikasi simluhtan.

Secara keseluruhan ketiga kelompok telah memiliki Pengalaman beternak dari kelompok kelompok tersebut dinilai cukup baik melihat bahwa masing-masing kelompok telah menyediakan dan memiliki lahan kandang ataupun lahan HPT yang cukup tersedia.

Tim verifikasi melihat kondisi tersebut menyarankan kepada kelompok untuk mempersiapkan segala sesuatunya baik kelengkapan administrasi dan kesiapan penerimaan bantuan yang nantinya dapat dipelihara secara berkelanjutan. Sementara itu kelengkapan administarsi terhadap dokumen yang harus disiapkan oleh kelompok adalah anatara lain : Rekomendasi kelompok Dinas Kab./Kota; Administrasi kelompok (Buku tamu, Buku Kas, Buku Ternak, Buku Anggota); BA Pengukuhan Kelompok, Registrasi Kelompok tercatat didatabase penyuluh Kabupaten; Struktur/bagan kelompok; Foto KTP anggota dan pengurus Kelompok.

Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan oleh BPTU Pelaihari adalah verifikasi akhir di tingkat pusat setelah semua kelengkapan persyaratan terpenuhi untuk kemudian akan dilakukan distribusi ternak ke seluruh lokasi penerima manfaat yang akan dilakukan oleh pemenang tender pengadaan ternak potong ruminansi kambing/domba. Harapannya bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

#NTBsejahteradanmandiri
#Kampungunggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *