Usaha Pembibitan Kambing dan Domba


Permintaan ternak kambing domba mempunyai peluang pasar yang masih terbuka luas seiring dengan banyaknya peminat konsumen pada hasil olahan kuliner berbahan baku pangan kambing domba. Salah satu usaha kambing domba yang dapat ditekuni guna memenuhi permintaan kambing domba yang terus mengalami peningkatan adalah usaha pembibitan kambing domba.

Untuk bisa menjadi pengelola usaha pembibitan kambing domba ada beberapa pengetahuan budidaya kambing domba yang perlu difahami oleh setiap pengelola usaha pembibitan kambing domba diantaranya pemilihan bibit, sistem reproduksi, pemberian pakan, sistem perkandangan, pencegahan dan pengendalian penyakit

1. Pemilihan bibit
Bibit merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan betul oleh setiap pengelola usaha pembibitan. Pemilihan bibit kambing domba perlu dilakukan yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan keturunan kambing domba yang dihasilkan.
Ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan
a. Calon Induk harus memenuhi persyaratan
1). tidak terlalu gemuk dan tidak cacat,
2) ambing normal dan simetris,
3) kaki lurus dan kuat,
4) dianjurkan untuk memilih calon induk yang berasal dari keturunan kembar.
b. Calon Pejantan persyaratan yang harus dipenuhi
1) sehat dan tidak cacat,
2) aktif dan besar nafsu kawinnya,
3) dada dalam, kaki tegak, lurus dan kuat,
4) penampilan gagah, tumit tinggi,
5) buah zakar normal berjumlah 2 dan sama besarnya.

2. Sistem Reproduksi
Untuk pengembang biakan kambing domba didapatkan dari hasil perkawinan yang dilakukan secara alami. Untuk keberhasilan perkawinan kambing domba pengelola usaha pembibitan kambing domba harus tahu tentang pengetahuan sikuls birahi dan tanda tanda birahi pada ternak kambing domba.Siklus birahi kambing domba akan terjadi setiap 17 – 21 hari sekali rata rata siklus birahi pada kambing domba terjadi setiap 19 hari sekali. Lamanya waktu birahi pada kambing domba 24 – 36 jam.
Birahi pada kambing domba betina yang dicirikan dengan
1) ternak akan gelIsah dan ribut,
2) sering menggerak gerakan ekornya,
3) pada bagian luar alat kelamin akan nampak merah, bengkak, hangat dan keluar lendir yang dikenal dengan istilah 3 A (Abang, Abuh dan Anget),
4) menerima atau mau dikawini kambing domba pejantan,
5) nafsu makannya berkurang.

Waktu yang tepat mengawinkan kambing domba dapat mengacu pedoman berikut :
1. Kambing domba dikawinkan 12-18 jam setelah terlihat tanda tanda birahi
2. Agar masa birahi tidak terlewat, sebaiknya kambing domba betina yang birahi dicampurkan dalam kandang kambing domba jantan
3. Bila perkawinan gagal artinya tidak terjadi kebuntingan yang dapat dilihat dengan munculnya kembali tanda tanda birahi kedua pada kambing domba betina perlu dilakukan pengulangan kembali perkawinan kambing domba.
4. Hindarkan perkawinan kambing domba yang sedarah atau masih satu keturunan yaitu perkainan kambing domba antara anak bapak, anak dengan induk atau anak dengan anak dari keturunan kambing domba yang sama

Acuan pedoman pertumbuhan dan sifat reproduksi yang juga harus diketahui oleh pengelola usaha pembibitan kambing domba ;
a) dewasa kelamin pada umur 6 – 8 bulan,
b) dewasa tubuh/ siap dikawinkan umur 10 – 12 bulan,
c).lama kebuntingan kurang lebih 5 bulan,
d) lama menyusui sampai masa sapih 3 bulan,
e) periode birahi akan berulang setiap 19 hari sekali jika tidak terjadi kebuntingan,
f) bobot lahir mencapai 3 – 4 kg/ekor,
g) bobot sapih 13 – 14 kg/ekor dalam waktu 5 – 6 bulan,
h). bobot jual 18 – 20 kg/ekor pada saat umur kambing domba 12 bulan.

3. Pemberian pakan
Pakan merupakan salah satu faktor penting yang harus menjadi kepedulian pengelola selain ternak pembibitan kambing domba. Selain faktor penting, pemberian pakan juga akan menentukan keberhasilan perkembangan kambing domba. Pemberian pakan pada kambing domba harus mampu memenuhi persyaratan gizi pakan untuk kebutuhan pertumbuhan ternak bibit.
Pemberian pakan harus terdiri dari pakan hijauan, pakan konsentrat atau pakan tambahan yang akan melengkapi gizi pakan yang ada pada hijauan

uan pakan ternak. Pemberian pakan tambahan dianjurkan untuk diberikan 2 minggu sebelum ternak dikawinkan, 2 minggu setelah ternak bunting dan 4 minggu sebelum dan setelah ternak melahirkan

4. Sistem Perkandangan
Kandang yang digunakan untuk tempat berlindung bagi ternak juga harus dapat berfungsi memudahkan dalam pengontrolan, sebagai tempat bagi ternak melakukan aktivitas istirahat, perkawinan, makan minum dan melahirkan.
Model kandang yang dianjurkan untuk kambing domba berupa kandang panggung type ganda atau tunggal dengan persyaratan pada dasar lantai kandang mempunyai celah selebar 1,5 – 2 cm agar kencing dan kotoran kambing domba dapat turun kebawah, kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan minum pada bagian kolong kandang bisa berfungsi menampung kotoran dan kencing kambing domba yang dapat diolah menjadi pupuk kandang

5. Pencegahan dan pengendalian penyakit
Sebagai pengelola usaha pembibitan kambing domba sudah sewajarnya untuk mengetahui pengetahuan tentang kesehatan hewan, utamanya penyakit yang biasa menyerang kambing domba diantaranya kudis, sakit mata, kembung perut, cacingan dan mencret.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *