Seni Pemberian Pakan Kuda

Sebagaimana dikatakan Ibnu Faris, pemilik peternakan kuda Berkah Stud, komposisi pakan kuda perlu disesuaikan peruntukannya. ”Kalau untuk kuda pacu biasanya lebih banyak membutuhkan energi, sedangkan untuk breeding lebih banyak membutuhkan komponen protein,” terang Faris saat ditemui di lokasi pemeliharaan kudanya di kawasan Jati Asih, Bekasi.

Ia menegaskan, disamping faktor perawatan dan kesehatan yang tidak boleh disepelekan, pakan menjadi variabel kunci keberhasilan peternakan kuda. Karena pakan menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan kuda. Hukum ini berlaku bagi semua jenis kuda baik kuda asli maupun impor.

Tetapi Faris memberikan catatan, pengaturan pakan bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi kualitas performa kuda. Terutama untuk kuda pacuan, faktor genetik juga menjadi penentu utama. ”Pola pemberian pakan yang baik  bertujuan memacu kecepatan kudanya. Nah kalau genetik, itu sebagai dasarnya. Ibarat mobil balap, kalau cc-nya tinggi biasanya larinya lebih kencang,” ujarnya beranalogi.

NofriSahmedi, Technical&SalesInvivo Indonesia, sebuah perusahaan produsen pakan konsentrat untuk kuda, juga mengatakan pakan kuda perlu disesuaikan kebutuhan. ”Karena itu pakan kuda keluaran pabrikan juga dibuat beberapa jenis, dibedakan dari komposisi protein dan penyusun energinya. Kami misalnya, punya 4 jenis pakan kuda. Ada Vital, Fringan, Podium, dan Haras masing-masing dibedakan dari jumlah penyusun protein dan energinya,” ujarnya menginformasikan.

Lebih jauh Nofri menerangkan, pakan Vital dengan kisaran protein 11 % biasa diperuntukan untuk kuda dengan aktivitas rendah, kemudian Fringan untuk aktivitas medium dengan kisaran protein 12 %, dan Podium untuk aktivitas kuda yang sangat tinggi menjelang persiapan turnamen dengan protein sama sekitar 12 % tetapi energi lebih besar. Sedangkan Haras disediakan untuk breeding dengan kadar protein di kisaran 14 %. Tetapi, ia menambahkan informasi, rencananya Oktober akan ada pergantian nama jenis pakan dari principal Royal HorsePerancis. ”Yang jelas formulasinya akan lebih baik lagi,” ujarnya berpromosi.

Rasio pakan

Tak hanya  diberi pakan konsentrat, kuda juga harus mendapatkan pakan hijauan berupa rumput atau tambahan lain. ”Biasanya tiap peternak kuda punya resep sendiri atau selfmixing untuk pola pemberian pakannya. Terlebih untuk kuda pacuan biasanya mereka merahasiakan rasio pakannya karena akan mempengaruhi hasil di turnamen,” kata Nofri.

Faris pun membenarkan, kuda tidak boleh 100 % diberi pakan pabrikan atau konsentrat saja tetapi juga wajib diberikan rumput. ”Kalau tidak ada hijauan pencernaannya jadi tidak baik, bila pakan konsentrat semua bisa panas di perut kudanya, harus ada hijauan biar seimbang dan kebutuhan seratnya terpenuhi agar tidak kena colic penyakit pencernaan yang bisa mematikan,” terang lelaki lulusan Fakultas Peternakan IPB ini.

Dan kata dia, antar peternak kuda memiliki pola pemberian pakan yang berbeda dan tidak ada patokan khusus. Faris mengaku menggunakan pakan pabrikan yang dikombinasikan dengan rumput. Untuk induk, ia memberikan 65 % pakan konsentrat dan 35 % rumput, sementara untuk kuda turnamen ia menyerahkan rasionya kepada pelatih. ”Biasanya sekitar 75 % konsentrat, dan sisanya hijauan serta ditambah vitamin dan mineral,” ungkap Faris yang juga anak dari Sudirman Bur, tokoh peternak broiler Grup Berkah.

Faris melanjutkan, jumlah pakan yang diberikan juga punya patokan sendiri-sendiri. ”Kalau kami memakai patokan jumlah pakan yang diberikan 2 % dari bobot tubuh kuda,” terang Faris yang mulai mengembangkan kuda sejak 2008. Misalnya, untuk kuda bobot 400 kg diberi pakan sebanyak 8 kg yang terdiri atas konsentrat dan hijauan. Sementara menurut penjelasan Nofri, rata-rata per hari kuda menghabiskan pakan pabrikan 5 – 6 kg belum termasuk rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *