Secercah Harapan dari Kelompok Pengolahan Telur Asin

Hallo SobaTernak

Tim Monitoring dan Evaluasi dari Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan monitoring Kelompok Asna Jaya yang berlokasi di Desa Terara Kabupaten Lombok Timur.

Tim yang dipimpin Kepala Bidang PPHNak Ir. Hj. Baiq Mustikawati, langsung menuju ke lokasi kelompok tersebut, dan mendapati rumah produksi yang terlihat sepi sehingga Tim Monitoring dan Evaluasi berasumsi, mungkin kelompok Asna Jaya sudah tidak lagi menghasilkan produk atau produksinya dibatasi, karena kandang terlihat kosong.

Tim yang disambut dan diarahkan menuju tempat pengolahan oleh H. Busaini Yusuf beserta istri merupakan anggota kelompok dari Asna Jaya, menuturkan bahwa ketua kelompok Asna Jaya yaitu Bapak Abdul Rahim, yang pada kesempatan yang sama berada di Kabupaten Lombok Utara.

Setibanya dirumah produksi dijumpai sebanyak 70 trey atau sekitar 2.100 butir telur itik yang sudah dalam proses pembersihan atau pencucian yang untuk dilanjutkan ke proses pembungkusan atau pembalutan dengan sekam, tanah liat dan garam. Selain itu, dijumpai pula 90 trey yang menunggu hari untuk menuju proses pembakaran dengan kapasitas 500 butir.

Meskipun kandang terlihat kosong tetapi pasokan bahan baku berasal dari kelompok ternak binaan yang sebagian tersebar di Kabupaten Lombok Tengah antara lain Batukliang Utara dan Desa Nyeredet. Adapula yang masih disekitar wilayah Kabupaten Lombok Timur antara lain Pandan Duri, Desa Santong, Terara, jelas ketua kelompok Asna Jaya yang menjelaskan melalui telepon.

Masih menurut Bapak Abdul Rahim, produk yang dhasilkan selama ini adalah telur asin dan telur asin bakar yang dalam daftar pesanan untuk minggu ini sebesar 60 trey telur asin dan 30 trey telur bakar.

Selanjutnya dijelaskan pula bahwa produk yang dihasilkan banyak dipasarkan melalui toko dan 8 minimarket yang ada di tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah seperti Wajah Baru Anjani, Sinar Bahagia Pancor, Matahari dan Lion Mart di Praya serta Toko Aneka 1 dan 2 Masbagik. Meskipun pandemi tapi kelompok kami tetap berproduksi karena masih ada secercah harapan bagi kami untuk melanjutkan usaha, pungkas Bapak Abdul Rahim.

#NTBSejahteradanMandiri
#KampungUnggas
#NTBGemilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *