Pilkada Serentak, Gubernur Minta KPU-Bawaslu Gandeng IKM Lokal untuk Pengadaan APD

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah melakukan kenjungan kerja ke KPU dan Bawaslu Provinsi NTB untuk memastikan kesiapan kedua lembaga penyelenggara pemilu tersebut dalam pelaksanaan pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB.

Kepada dua lembaga penyelenggara pemilu itu, Gubernur mengharapkan, untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dalam setiap pelaksanaan tahapan Pilkada agar menggunakan produk lokal yang dihasilkan oleh UMKM.

“Kami berkunjung dan bersilaturrahim ke sahabat-sahabat di KPU dan Bawaslu Provinsi NTB, menyampaikan amanat Mendagri agar sedapat mungkin semua peralatan untuk persiapan Pilkada 2020 menggunakan produk lokal dan memberdayakan UKM-UKM Lokal,” ujar Dr. Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Pelaksanaan pilkada serentak 2020 diharuskan menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga kebutuhan untuk pengadaan APD di dalam pelaksanaan Pilkada serentak cukup besar, baik untuk penyelenggara maupun masyarakat.

Karena itu dengan tujuan untuk ikut mendongkrak perekonomian masyarakat yang terpuruk karena dampak pandemi covid-19, diharapkan penyelengara pemilu dapat berkontribusi membangkitkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan produk-produk lokal.

“Untuk masker, sabun, handsanitizer, face shield, APD dan lain-lain sudah bisa diproduksi okeh UKM-UKM lokal NTB. Mudah-mudahan semangat ini juga tertular ke teman-teman KPU dan Bawaslu kabupaten/kota se NTB yang akan pilkada,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud menyambut baik harapan Gubernur NTB tersebut. Pihaknya pun akan menginstruksikan jajarannya di tujuh daerah untuk menggandeng UKM lokal dalam pengadaan kebutuhan APD.

“Kita akan imbau teman-teman KPU Kabupaten/Kota supaya untuk pengadaan APD menggunakan produk lokal. Itu juga sudah menjadi arah dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dikatakan Suhardi, pada dasarnya untuk pengadaan beberapa item APD dalam tahapan Pilkada yang sudah berjalan, sudah menggunakan produk Lokal. Namun untuk tahapan selanjutnya dipastikan akan tetap menggunakan produk lokal.

“Penyelenggara pemilu berkomitmen untuk menghadirkan Pemilu lebih dekat kepada masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pemenuhan kebutuhan APD. Sehingga pemilu ini juga berdampak secara ekonomi kepada masyarakat,” katanya.

Di tempat terpisah, Komisioner Bawaslu NTB, Umar Achmad Seth menyampaikan bahwa kebutuhan APD untuk pelaksanaan tahapan Pilkada memang lumayan cukup besar. Jika itu semua melibatkan UKM lokal, maka dampak ekonomi Pilkada juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Tapi tentu APD dari teman-teman UKM adalah produk yang standar. Kita akan minta teman-teman Bawaslu di daerah untuk pengadaan APD supaya menggunakan produk lokal,” pungkasnya. (ndi)

sumber: https://www.suarantb.com/pilkada-serentak-gubernur-minta-kpu-bawaslu-gandeng-ikm-lokal-untuk-pengadaan-apd/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *