PENDAMPINGAN DAN PENGAWALAN PROGRAM SIKOMANDAN DI NTB TAHUN 2021

PENDAMPINGAN DAN PENGAWALAN PROGRAM SIKOMANDAN DI NTB TAHUN 2021


Dalam upaya melakukan akselerasi serapan anggaran APBN pasca refocusing dan ABT, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun 2021, melalui UPT Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar, Bali melakukan pendampingan dan pengawalan yang dipimpin Kepala BPTU HPT Denpasar, Ir. Junaida dan didampingi Kepala Seksi Teknis drh. Ngurah Raka. Pendampingan dan pengawalan ini dikakukan terhadap pelaksanaan kegiatan Sikomandan pada Balai Inseminasi Buatan Daerah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah pula dikoordinasikan dengan Kabupaten/Kota sebagai pelaksana kegiatan Sikomandan.

Dalam kunjungannya, Kepala BPTU HPT Denpasar yang diterima langsung oleh Kepala BIBD Disnakkeswan Provinsi NTB beserta jajarannya, menyampaikan hal terpenting dalam pelaksanaan kegiatan Sikomandan adalah koordinasi internal dan eksternal semua stakeholder termasuk dengan petugas lapangan dan petani pemilik ternak sehingga target capaian kelahiran dapat terus meningkat.

Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) merupakan program andalan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia. Pilihan terhadap sapi dan kerbau, disebabkan karena daging sapi dan kerbau sebagai salah satu sumber protein hewani yang sangat disukai masyarakat.

Kebutuhan daging nasional saat ini belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri karena pertumbuhan populasi sapi dalam negeri masih rendah atau belum optimal. Lambatnya pertumbuhan populasi sapi dalam negeri secara umum disebabkan karena belum optimalnya manajemen reproduksi ternak sapi ditingkat peternak dan adanya gejala penurunan peforma ternak yang berdampak terhadap penurunan produksi daging.

Mencermati hal tersebut dalam upaya percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau, pemerintah menjalankan program sikomandan melalui kegiatan optimalisasi reproduksi. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan optimalisasi reproduksi, maka pelaksanaanya dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan pendukung lainnya yaitu pendistribusian semen beku dan N2 cair, penanggulangan gangguan reproduksi, penyelamatan pemotongan betina produktif dan penguatan pakan serta peningkatan SDM melalui pelatihan Inseminasi Buatan (IB) , Pemeriksaan Kebuntingan (PKb) dan ATR.

Menurut kepala UPTD BIB Banyumek, Muhammad Nur, S.Pt, M.Si, langkah operasional untuk mewujudkan keberhasilan Sikomandan dilakukan melalui penambahan target akseptor yang didasarkan atas progres capaian baik dari IB, PKb dan kelahiran yang mana hingga akhir Maret 2021 telah mencapai kurang lebih 45%. Target awal kegiatan Sikomandan dengan akseptor sebanyak 78.129 akseptor yang tersebar di semua Kabupaten/Kota se NTB terutama pada daerah pemeliharaan intensif di Pulau Lombok serta beberapa Kabupaten di Pulau Sumbawa dengan populasi induk betina produktif yang lebih besar.

Masih menurut kepala UPTD Banyumulek yang akrab disapa Nur, dengan adanya penambahan akseptor sebanyak 156.000 melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dengan fasilitasi turunannya antara lain sarana prasarana pelayanan IB seperti plastik sheet, glove, gun IB, hormon sinkronisasi birahi dan N2 cair, maka total target akseptor saat ini menjadi 234.129 akseptor, pungkas kepala UPTD BIB Banyumulek.

https://www.instagram.com/p/CNJTNK7BPHN/?igshid=1uobga1dly5ru

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *