Pandemi Korona, Berwisata ke Lombok-Sumbawa Bisa Secara Virtual

Pandemi bukan halangan untuk bergerak. Event festival geotourism virtual di NTB menjadi bukti. Event tersebut akan berlangsung selama dua hari, 15-16 Juli.

Panitia menyediakan 30 booth virtual untuk para pelaku wisata dan pelaku UMKM di Lombok dan Sumbawa.  Panitia telah bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) untuk mengisi booth pameran virtual.

Acara webinar akan mengangkat tema tentang geowisata. Terdiri dari tiga sesi dengan topik-topik menarik yang akan disampaikan praktisi geowisata berskala internasional.

Sedangkan acara virtual tour tersedia tujuh paket wisata virtual yang bisa dipilih para peserta.

Kegiatan virtual tour ini akan memberdayakan pelaku wisata di masing-masing kawasan. “Mereka akan dilibatkan sebagai interpreter lokal yang akan memandu wisata virtual secara interaktif dengan para peserta festival,” katanya.

Selain memberdayakan pelaku wisata, acara itu sekaligus memperkenalkan virtual tour sebagai potensi ekonomi baru di bidang pariwisata. ”Ke depan dalam kondisi apa pun, para pelaku wisata masih tetap bisa produktif,” harapnya.

Meliawati mengatakan, peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN), dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia. Selain itu, peserta lainnya juga akan mengundang kelompok-kelompok komunitas, asosiasi, akademisi, pelajar, dan dan masyarakat dalam negeri dan luar negeri. ”Target peserta minimal 500-1000 orang. Registrasi mulai dibuka sejak 23 Juni lalu,” katanya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamudin Amy menambahkan, acara akan dibuka Gubernur NTB H Zulkieflimansyah 15 Juli mendatang. ”Pembukaan akan dilakukan secara virtual,” jelasnya (Lombok Post)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *