Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si. didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Muslih menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Percepatan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi NTB yang dilaksanakan di Ruang Rinjani Hotel Lombok Raya, Senin (24/10/2022).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si. didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Muslih menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Percepatan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi NTB yang dilaksanakan di Ruang Rinjani Hotel Lombok Raya, Senin (24/10/2022).
Asisten III Bidang Administrasi Umum, H. Wirawan, S.Si, MT mewakili Sekretaris Daerah Provinsi NTB membuka rapat koordinasi tersebut.
Dalam sambutannya Asisten III atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi kepada BNPB dan satgas penanganan penyakit mulut dan kuku nasional yang telah memfasilitasi kegiatan ini. “Saya berharap, output yang dihasilkan dari kegiatan ini, dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam upaya percepatan penanganan PMK di Provinsi Nusa Tenggara Barat” ujar H. Wirawan.
Selanjutnya Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum menyampaikan arahan bahwa pelaksanaan monitoring dan evaluasi penanganan PMK merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya percepatan penanganan PMK secara keseluruhan.
Saat ini, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan pada 24 Provinsi yang tercatat sebagai daerah wabah PMK sesuai dengan perkembangan terkini, salah satu diantaranya Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Strategi utama penanganan PMK di Nusa Tenggara Barat yaitu (1) biosecurity, (2) pengobatan, (3) vaksinasi, (4) potong bersyarat, dan (5) testing. Adapun vaksinasi yang telah dilakukan sebanyak 680.395 dosis dengan jumlah vaksin yang diterima sebanyak 996.025 dosis dengan jumlah vaksinator sebanyak 284 Tim, 1115 Personil sedangkan di Provinsi sebanyak 35 Personil.
Sementara itu, saat menjadi nara sumber pada rakor dan monev Penanganan PMK Provinsi NTB, Lalu Hamdi menjelaskan, jumlah populasi ternak rentan PMK di NTB sebanyak 1.440.661 ekor, sudah vaksin 680.395 dosis. Jumlah kasus PMK NTB 105.917 ekor, 101.040 sembuh dan masih sakit 4.393 ekor. 4 daerah kategori (KSB, Kota Bima hijau. Lobar dan Lotim suudah inaktif PMK) 6 Kabupaten/kota masih merah.
#ntbgemilang
#ntbsejahteradanmandiri


















