Kemenparekraf melibatkan pelaku parekraf dalam Gerakan BISA di Ampenan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melibatkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) pada hari ketiga pelaksanaan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) di Kota Tua Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu.

Gerakan BISA di Kota Tua Ampenan dibuka perwakilan dari Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Guntur Sakti serta Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal didampingi Camat Ampenan, Samsul Irawan, perwakilan TNI/Polri Samsul Irawan dan diikuti 100 peserta Gerakan BISA dan seluruh jajaran Dinas Pariwisata NTB.

Perwakilan dari Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Guntur Sakti mengatakan Gerakan BISA merupakan wujud dari semangat gotong royong dalam menyiapkan fasilitas destinasi pariwisata di NTB, khususnya Kota Tua Ampenan dalam menyambut wisatawan menuju tatanan baru pascapandemi COVID-19.

“Gerakan ini merupakan program padat karya bagi pelaku parekraf di NTB untuk meningkatkan kualitas serta daya saing destinasi pariwisata sebagai upaya persiapan menyambut wisatawan pascapandemi COVID-19,” ujarnya.

Ia berharap dengan keterlibatan seluruh pemangku parekraf dan masyarakat di sekitar destinasi melalui Gerakan BISA tersebut, menjadikan Kota Tua Ampenan yang terkenal dengan bangunan-bangunan bersejarah, kuliner hingga pantainya bisa tertata dengan baik dan suasananya pun bisa kembali menjadi lebih hidup dan ramai seperti biasa.

“Kita ketahui bersama sejak pandemi COVID-19 sektor pariwisata paling berdampak, seperti banyak destinasi wisata yang harus tutup, pelaku usaha tidak bisa beraktivitas dan banyak juga pekerja di sektor ini harus kehilangan pekerjaannya. Namun, melalui Gerakan BISA ini diharapkan bisa membantu pelaku Parekraf dan tentunya perputaran ekonomi di kawasan destinasi kembali bergerak,” ucap Guntur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Kemenparekraf terhadap pariwisata NTB di masa pandemi COVID-19. Mengingat, sejak COVID-19 merebak, sektor pariwisata paling merasakan dampaknya. Karena wisatawan sepi, destinasi tutup dan para pekerja banyak yang harus berhenti bekerja.

“Tentunya kita berterima kasih atas dukungan yang diberikan Kemenparekrafbagi pariwisata NTB,” katanya.

Untuk NTB sendiri, Gerakan BISA dilaksanakan selama tiga hari mulai 24 sampai dengan 26 Juli 2020. Ada tiga destinasi yang menjadi sasaran Gerakan BISA, seperti Desa Wisata Tete Batu, Lombok Timur, yang sudah dilaksanakan pada hari pertama Jumat (24/7), kemudian pada hari kedua dilaksanakan di Desa Wisata Bonjeruk di Kabupaten Lombok Tengah pada Sabtu (25/7) dan hari ketiga dilaksanakan di Kota Tua Ampenan di Kota Mataram pada Minggu (26/7).

Kegiatan yang dilakukan, mulai dari membersihkan lingkungan dan menata serta memperindah fasilitas umum di destinasi wisata serta pembagian alat-alat kebersihan oleh Kemenparekraf. Salah satunya kerajinan gerabah dengan menggunakan kendi tradisional masyarakat Lombok atau Bong yang terbuat dari tanah liat yang telah dibakar sebagai wastafel atau tempat cuci tangan, kemudian mesin pemotong rumput, sapu lidi, bak sampah dan sebagainya.

sumber: https://mataram.antaranews.com/berita/128646/kemenparekraf-melibatkan-pelaku-parekraf-dalam-gerakan-bisa-di-ampenan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *