Hotel di Mataram Siap Serap Produk Lokal

Penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) Bela Beli Produk Lokal yang dilakukan oleh Pemprov NTB mendapat sambutan positif dari pelaku industri swasta, termasuk perhotelan. Terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

‘’Sebenarnya memang hotel ini lebih senang kalau produk lokal bisa masuk. Artinya kita bisa membantu ekonomi di daerah,’’ ujar Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB, Ernanda Agung D, dikonfirmasi, Kamis, 16 Juli 2020.

Diterangkan, saat ini hotel-hotel di NTB telah menyerap beberapa produk lokal dengan kualitas yang teruji. Khususnya produk-produk yang dijual sebagai oleh-oleh khas daerah seperti produk suvenir, mutiara, tenun, dan lain-lain.

‘’Kalau produk lainnya itu contohnya Nutsafir, itu sudah masuk ke hotel-hotel. Kemudian ada produk masyarakat dari daerah Selong Belanak, mereka produksi sedotan dari bambu. Kita juga sudah pakai itu di beberapa hotel,’’ ujar Regional Manager Bali Lombok Turu Hotel by Azana tersebut.

Di sisi lain, untuk penyerapan produk lokal yang lebih beragam diakui Ernanda perlu memperhatikan beberapa hal. Dicontohkan seperti penyerapan kopi dan gula dalam kemasan yang belum banyak diserap oleh hotel-hotel sampai saat ini.

“Kita mungkin bisa juga serap itu, tapi yang penting satu ada kualitas. Kedua harganya. Kemudian kontinuitas produk itu juga supaya bisa didapatkan secara terus menerus,’’” ujar Ernanda. Menurutnya, beberapa upaya penyerapan produk lokal sering kali terhalang karena kendala harga yang terlalu mahal dan stok barang yang tidak berkelanjutan.

‘’Itu tidak bisa tiba-tiba produk tidak ada di pasaran, sedangkan kita di hotel ini kan harus operasional terus,’’ jelasnya. Jika aspek tersebut dapat dipenuhi, penyerapan produk lokal oleh hotel-hotel yang ada tidak memiliki masalah yang berarti.

Selain itu, sistem pembayaran yang lunak juga sangat diharapkan agar hotel-hotel di NTB dapat menyerap produk lokal di NTB. Mengingat hotel sebagai bagian dari pelaku industri juga bergerak mengikuti upaya peningkatan profit.

‘’Hotel ini kan bisnis, kita mencari keuntungan juga. Itu yang harus dipikiran. Jadi produk ini harus bisa bersaing dengan produk luar itu sebenernya. Kalau produk luar saja bisa kompetitif, seharusnya produk lokal bisa karena bahan baku ada, semuanya ada,’’ jelas Ernanda.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE.ME mengatakan, penyusunan Pergub Bela Beli Produk Lokal diproyeksikan untuk menyerap hasil produksi dari lima sektor prioritas industri di NTB. Seperti sektor olahan, pertambangan, permesinan, otomotif dan energi terbarukan, serta agrobisnis.

‘’Jadi bagaimana (semua) masuk ke pasar. Tidak ada dibatasi. Pergub itu bukan hanya membeli barang, tapi bagaimana kebijakan itu agar swasta membeli juga, seperti hotel-hotel, dan struktural pusat itu kita dorong semua untuk membeli (produk lokal NTB),” ujar Nuryanti.

Diterangkan, dengan adanya Pergub tersebut pihaknya berharap kepastian pasar untuk IKM/UKM yang ada dapat terlindungi. Khususnya dengan penyerapan belanja-belanja OPD, swasta, dan dunia industri pada umumnya.

‘’Tugas kami (memberi kepastian pasar) itu. Kalau sudah diberi kepastian pasar, IKM ini akan bergerak sendiri,’’ ujar Nuryanti. Dengan penyerapan hasil produksi yang lebih pasti pelaku usaha diharapkan terus mengembangkan usahanya, terutama dalam peningkatan kualitas produksi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *