Gubernur “Kalau NTB Mau Maju, Kemakmuran Menyapa Kita & Kesejahteraan Bukan Lagi Impian Maka Industrialisasi Adalah Jawabannya.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur NTB DR. H. Zulkieflimansyah dalam sambutannya pada kegiatan Expo Peternakan Pertanian, dalam rangka 5 tahun kiprah LIPI untuk NTB, di kawasan Science Technology Industrial Park (STIP) Banyumulek, Selasa (5/11).

Dalam pidatonya Gubernur menyatakan, jika kemakmuran ingin diraih masyarakat NTB maka industrialisasi menjadi jawabannya. “STIP Banyumulek bisa menjadi contoh penerapan teknologi yang terbaik di Indonesia. STIP Banyumulek harus menjadi tempat menciptakan inspirasi dan menghasilkan teknologi baru,” tegasnya.

Ia melanjutkan, masyarakat NTB harus berani menciptakan kreasi dan inovasi teknologi sendiri seperti untuk sektor pertanian. “Ke depan masyarakat NTB harus mampu belajar teknologi inovasi dan menghasilkan karya yang tidak kalah dengan produk negara lain, dan bisa diekspor,” pinta Zulkieflimansyah. Didampingi oleh Kepala Pusat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diwakili Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, serta Kepala Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Provinsi NTB Ir. Hj. Budi Septiani.

Pada sambutan sebelumnya yang dilakukan oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mewakili Kepala LIPI Pusat menyampaikan, NTB sangat potensial untuk pengembangan sektor peternakan yang didukung pasca panennya. Apalagi pemda NTB telah dikenal memiliki kebijakan sejuta sapi.

LIPI selama 5 tahun berkiprah di NTB telah meraih beberapa pencapaian seperti diseminasi teknologi pengolahan pakan telah melahirkan beberapa UKM (Usaha Kecil Menengah), teknologi pengolahan limbah ternak dengan digester karya LIPI, kegiatan pembibitan sapi di STIP Banyumulek dengan GBP (Good Breeding Practice) menggunakan bibit unggul sapi bali, sexing sapi, aplikasi recording sapi berbasis android yang telah berhasil mencatat sebanyak 2.040 ekor sapi. “Ini beberapa terobosan baru yang telah dilakukan LIPI,” tandasnya.

Selama LIPI berkiprah di NTB telah dihasilkan 9 perjanjian kerjasama dengan para mitra. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di NTB seperti potensi wisata halal, pemanfaatan energi terbarukan, serta partisipasi dalam mengembangkan STIP Banyumulek. “Hari ini STIP Banyumulek kami serahterimakan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi NTB,” jelas Enny.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Puspita Lisdiyanti, kegiatan ini untuk memperluas informasi tentang teknologi peternakan dan pertanian kepada masyarakat dan memperkenalkan keberhasilan LIPI selama 5 tahun di NTB. “Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memotivasi kelompok tani ternak, peternak, pelaku usaha dan petugas teknis dalam mengelola dan mengembangkan usaha peternakan dan pertanian. Juga mempertemukan para stakeholder yang dapat bekerja sama dalam mengembangkan usaha peternakan dan pertanian dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Ia menerangkan, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI bekerja sama dengan Pemprov NTB membangun Technopark Banyumulek sejak 2014. Pembangunan STIP Banyumulek diharapkan menjadi satu kawasan terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan showcase inovasi iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) berbasis peternakan, pertanian terpadu dan pengolahan pascapanen bagi akademisi, pebisnis, pemerintah, inovator, mahasiswa/pelajar, UKM (Usaha Kecil Menengah), dan masyarakat secara umum. “STIP Banyumulek diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan di NTB,” kata Puspita.

Kegiatan yang dimeriahkan dengan berbagai acara yakni pentas seni budaya oleh Dinas Pariwisata NTB, peluncuran buku 5 tahun kiprah LIPI di NTB dan peluncuran buku paket teknologi (pakan dan pupuk organik hayati). Juga seremoni penandatanganan PKS dengan SPR Ridho Illahi dan Kelompok Tani Bunga Mekar sekaligus penyampaian profil dan testimoni dari peternak dan petani yang sukses menerapkan teknologi dari LIPI. Selain itu dilakukan penayangan film dokumenter kiprah 5 tahun LIPI di NTB, dan pameran ternak hasil perekaman sesuai kriteria SNI  menampilkan sapi bali pejantan dan betina masing-masing sebanyak 5 ekor yang dilakukan proses IB (Inseminasi Buatan) sexing secara serempak di lokasi. Pada kegiatan ini juga dipamerkan produk-produk unggulan NTB dan LIPI, serta berbagai perlombaan bidang peternakan & kuliner khas NTB.

Hal menarik lain pada kegiatan yang bertema “Edukasi, Industrialisasi, dan Rekreasi” ini adalah dilakukan pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) oleh LIPI dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB. Adapun rekor yang dipecahkan yaitu recording 2019 ekor sapi menggunakan aplikasi berbasis android oleh peternak (pelaksanaan dalam waktu 3 bulan); IB (Inseminasi Buatan) sperma sexing jantan pertama pada 219 ekor sapi bali betina yang memenuhi kriteria SNI (pelaksanaan dalam waktu 1 bulan); serta produksi 2019 kg pakan silase menggunakan inoculum LIPI oleh 120 peternak secara serentak.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur juga meninjau proses inseminasi terhadap Sapi Bali dan proses pembuatan 219 kg pakan ternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *