Bimbingan Teknis Higienis Sanitasi Pada Unit Usaha Produk Hewan Tahun 2020

Hallo SobaTernak

Pada tanggal 25 Agustus 2020, Bidang Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis Higienis dan Sanitasi Unit Usaha Produk Hewan tingkat Provinsi NTB melalui aplikasi meeting online Zoom. Tujuan pertemuan ini untuk meningkatkan pemahaman pemangku kebijakan Kesmavet di kabupaten/kota dan pelaku usaha produk hewan tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip higienis sanitasi pada unit usaha produk hewan sehingga dihasilkan produk hewan yang aman sehat utuh dan halal (ASUH).

Pertemuan diikuti pejabat yang menangani .kegiatan Kesmavet pada Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota serta pelaku usaha produk hewan yang terdiri dari petugas rumah potong hewan ruminansia, pengusaha rumah pemotongan unggas, pengusaha penjualan daging beku (cool storage), pengusaha pengolahan daging ayam, pengusaha jasa catering dan pengusaha pengolahan daging sapi.

Narasumber pertemuan terdiri dari Pejabat di lingkup Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kepala Dinas, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kasi Kesrawan dan Zoonosis, Kasi Pengawasan Keamanan Produk Hewan dan Kasi Pengawasan Higienis Sanitasi dan RPH. Sedangkan Narasumber pakar dalam pertemuan ini adalah Dr. Drh. Widagdo Sri Nugroho, MP., Dosen Departemen Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta.

Hasil Pertemuan :
1. Peraturan Menteri Pertanian No.11 Tahun 2020 penyempurnaan dari Permentan No. 381 tahun 2005 tentang Pedoman Penerbitan Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner
2. Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner adalah sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah di penuhinya persyaratan higiene dan sanitasi sebagai jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk hewan
3. Peredaran produk hewan daging ayam/sapi/kerbau beku belum sepenuhnya mengikuti peraturan yang berlaku khususnya Peraturan Gubernur NTB nomor 36 Tahun 2009 tentang Pengawasan Rumah Pemotongan Hewan dan Lalu Lintas Daging di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama daging beku yang masuk ke wilayah provinsi NTB tidak dilengkapi rekomendasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
4. Pembinaan unit usaha produk hewan harus dilakukan bersama-sama antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dan Kabupaten/Kota supaya pelaku usaha dengan sadar bisa menerapkan prinsip higienis sanitasi, praktek produksi yang baik dan kesejahteraan hewan.
5. Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner dan Sertifikasi Halal merupakan bagian tak terpisahkan dalam memenuhi tuntutan perdagangan produk hewan saat ini, guna menjamin produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)
6. Pedoman Cara Yang Baik pada Unit Usaha Produk Hewan terbaru (Tahun 2019) telah diterbitkan oleh Direktorat Kesmavet yang disusun oleh Tim Direktorat Kesmavet bersama para pakar dari Perguruan Tinggi yang kompeten dalam bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner.
7. Seiring perkembangan potensi wisata di Nusa Tenggara Barat penyediaan produk pangan asal hewan yang bersertifikat NKV harus segera dipersiapkan guna mensupplai hotel restaurant dan katering bertaraf internasional.

#NTBSejahteraDanMandiri
#KampungUnggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *