Akselerasi Belanja Daerah dan Cara Tak Biasa Gerakkan Ekonomi Lokal

Langkah yang diambil Pemprov NTB dalam menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan dampak sosial ekonomi mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat. Kebijakan-kebijakan yang diambil Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd cukup efektif meredam tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Strategi sabuk pengaman ekonomi NTB di tengah pandemi melalui akselerasi belanja daerah dan menggerakkan ekonomi lokal dengan cara yang tak biasa (extraordinary), mampu membuat IKM dan UMKM menggeliat di tengah pandemi.

Sejak wabah Covid-19 masuk ke NTB pada pertengahan Maret lalu, Pemprov membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di mana, gubernur mengomandoi langsung penanganan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid-19. Sedangkan Wakil Gubernur mengomandoi penanganan kesehatan Covid-19.

Langkah yang dilakukan NTB, ternyata mendahului semangat Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang sudah diundangkan 20 Juli 2020.

Di mana, dalam Perpres tersebut, Pemerintah membentuk Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Kepala BNPB dan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipimpin Wakil Menteri BUMN. Sedangkan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dipimpin oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemprov NTB, baik dari sisi kesehatan dan dampak sosial ekonominya berjalan beriringan. Sehingga mampu meredam tekanan ekonomi yang ditimbulkan wabah Covid-19. Di saat musibah, NTB berhasil meraih berkah tersembunyi (blessing in disguise).

Dengan adanya Covid-19, ekonomi lokal menjadi hidup karena IKM dan UMKM tetap berproduksi dengan adanya kebijakan Pemprov yang menggunakan produk lokal dalam pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap I, II dan II. Bahkan dalam program stimulus ekonomi, IKM dan UMKM semakin diberdayakan dengan membeli produk permesinan yang dihasilkan untuk dibagikan ke IKM dan UMKM yang bergerak di sektor pengolahan.

‘’JPS Gemilang dengan memberdayakan IKM dan UMKM lokal merupakan langkah extraordinary yang kita lakukan,’’ kata gubernur dikonfirmasi di Kantor Gubernur, pekan kemarin.

Ketika wabah Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, gubernur mengatakan Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas dengan seluruh gubernur se-Indonesia. Dalam rapat terbatas tersebut, kata gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini, Presiden memberikan pesan yang sangat tegas.

Bahwa Indonesia berhadapan dengan suatu keadaan yang tak pernah alami sebelumnya. Oleh karena itu, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, semaksimal mungkin semua kepala daerah harus mencegah penularan Covid-19. Dan kedua, dampak ekonomi harus diperhatikan.

Jangan sampai terlampau serius memikirkan penanganan virus Corona, tetapi tidak memikirkan dampak ekonomi. Sehingga bisa jadi nanti masyarakat selamat dari Corona. Tetapi akan dengan masalah ekonomi yang lebih besar.

‘’Instruksi Presiden kami sikapi dengan tegas. Kerja besar kami langsung dibagi dua. Pertama, satu tim khusus langsung menangani persoalan kesehatan dan teknis lainnya. Panglimanya Ibu Wakil Gubernur. Kedua, tim khusus penanganan dampak sosial ekonomi,” tutur Dr. Zul.

Instruksi Presiden mengenai Jaring Pengaman Sosial (JPS), digunakan oleh Pemprov NTB sebagai suatu kesempatan meretas jalan baru. Di tengah kampanye agar masyarakat stay at home dan jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19, Pemprov memberdayakan IKM dan UMKM supaya mereka tetap punya kesibukan di tengah pandemi.

Di mana, bantuan sosial berupa JPS yang diberikan ke masyarakat bukan berupa uang tunai. Tetapi dalam bentuk komoditas berupa sembako dan suplemen yang merupakan produk IKM dan UMKM lokal. Ia menyadari pemberian bantuan berupa sembako akan banyak kegaduhan.

JPS yang diberikan Pemprov NTB harus dalam bentuk sembako dan suplemen. Dan semua sembako dan suplemen ini harus diproduksi oleh UMKM lokal. Seperti beras, minyak goreng, ikan asin, ikan kering, abon ikan. Kemudian suplemen seperti teh kelor, kopi, hand sanitizer, APD dan masker merupakan produk UMKM lokal.

‘’Dengan kebijakan untuk menggunakan produk sendiri, UMKM menggeliat dan bangkit. Dalam tiga bulan ini, awalnya 300 UMKM, bulan berikutnya 535 UMKM. Dan terakhir bulan ini kita mampu mendemonstrasikan UMKM yang terlibat 5.000 UMKM,’’ sebutnya.

Tentu, kata Dr. Zul, awalnya kualitas produk IKM dan UMKM lokal tidak lebih baik dari produk yang berasal dari Jawa atau China. Harganya juga tidak kompetitif, tapi ada cost of learning didapatkan oleh IKM dan UMKM lokal. Setelah pembelajaran tiga bulan, Pemprov mampu memetakan klaster IKM dan UMKM dan akan diberikan stimulus ekonomi setelah berakhirnya program JPS Gemilang. Melalui pemberdayaan yang dilakukan, IKM dan UMKM NTB diharapkan bukan hanya memasarkan produknya di provinsi NTB. Tetapi produk yang dihasilkan mampu kompetitif dijual di pasar nasional dan internasional.

Setelah menjaga “dapur” UMKM NTB tetap mengepul dengan program JPS Gemilang, Pemprov melanjutkan dengan program stimulus ekonomi. Yakni melanjutkan pembinaan dan pemberdayaan kepada IKM dan UMKM lokal untuk memproduksi 2.132 mesin dan peralatan. Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, ditargetkan 500 mesin produk IKM dan UMKM permesinan NTB dapat dipamerkan. Puncaknya, pada 17 Desember atau HUT NTB, seluruh mesin yang dipesan sebanyak 2.132 unit sudah rampung.

Ke depan, Dr. Zul berharap IKM dan UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB. Sepeda listrik, motor listrik, dan berbagai produk kebanggan anak daerah diharapkan dapat terus maju menembus pasar dunia.Momentum perhelatan akbar Motor GP di Mandalika tahun 2021, sepeda listrik buatan NTB akan ditampilkan saat acara besar dunia itu.

‘’Kita bayangkan Valentino Rossi dan ribuan penonton dari berbagai belahan dunia, menggunakan sepeda listrik saat event itu, betapa bangganya kita,’’ kata gubernur.

Setelah menjaga “dapur” UMKM NTB tetap mengepul dengan program JPS Gemilang, Pemprov melanjutkan dengan program stimulus ekonomi. Yakni melanjutkan pembinaan dan pemberdayaan kepada IKM dan UMKM lokal untuk memproduksi 2.132 mesin dan peralatan. Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, ditargetkan 500 mesin produk IKM dan UMKM permesinan NTB dapat dipamerkan. Puncaknya, pada 17 Desember atau HUT NTB, seluruh mesin yang dipesan sebanyak 2.132 unit sudah rampung.

Ke depan, Dr. Zul berharap IKM dan UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB. Sepeda listrik, motor listrik, dan berbagai produk kebanggan anak daerah diharapkan dapat terus maju menembus pasar dunia.Momentum perhelatan akbar Motor GP di Mandalika tahun 2021, sepeda listrik buatan NTB akan ditampilkan saat acara besar dunia itu.

‘’Kita bayangkan Valentino Rossi dan ribuan penonton dari berbagai belahan dunia, menggunakan sepeda listrik saat event itu, betapa bangganya kita,’’ kata gubernur.

Akselerasi Belanja

Mempercepat penyerapan belanja pemerintah merupakan satu-satunya cara untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi. NTB merupakan provinsi yang sukses dalam mengakselerasi penyerapan belanja daerah, bahkan masuk nomor dua terbaik secara nasional setelah DKI Jakarta. Serapan anggaran DKI Jakarta sebesar 45 persen, sedangkan NTB 44 persen.

Berdasarkan data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, jumlah pagu dana transfer ke daerah dan dana desa untuk 11 Pemda di NTB pada 2020 sebesar Rp14,9 triliun. Sampai 30 Juni 2020, Pemerintah Pusat sudah mentransfer sebesar Rp8,1 triliun atau 54,49 persen.

Dengan mempercepat realisasi belanja daerah, maka pertumbuhan ekonomi akan dapat digenjot di tengah pandemi. Selain mengakselerasi belanja daerah, Pemprov juga mengambil kebijakan berupa pemberian kredit tanpa agunan lewat PT. Bank NTB Syariah.

Ketua International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, M.Sc juga menilai aktivitas UMKM menjadi salah satu andalan pemerintah saat Pandemi Covid-19 ini.

‘’Sektor UMKM menjadi andalan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah lesunya ekonomi global saat ini,’’ ujar Niken saat acara Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pembinaan Pendampingan Ekonomi yang berlangsung di Hotel Golden Palace Mataram, Kamis, 23 Juli 2020 lalu.

Hal ini dibuktikan dengan data tahun 2019 dari Kementerian Koperasi dan UMKM yang menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 60,34 persen, menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen, juga berkontribusi terhadap nilai ekspor sebesar 14,17 persen, serta mencatat nilai investasi sebesar 58,18 persen. Di NTB, ada 645 ribu UMKM dan mampu menyerap 1,695 juta tenaga kerja. Begitu juga IKM, tercatat ada 96.205 unit dan menyerap 259.140 tenaga kerja.

Namun ada lima masalah utama yang sering menghambat perkembangan UMKM di Tanah Air yaitu rendahnya SDM dan manajemen, kurangnya finansial, kurangnya dukungan institusi, inovasi dan teknologi yang belum tepat, masalah pasar dan bahan baku.

Oleh sebab itu, sinergi adalah suatu tindakan besar yang dapat memecahkan masalah UMKM di Indonesia khususnya di NTB. ‘’Jika kita bersinergi kita bisa maju lebih cepat dan masalah-masalah yang kita hadapi akan lebih cepat terselesaikan,’’ tutur Niken.

UMKM dipercaya mampu bertahan dan menjaga perekonomian di NTB, terlebih dalam berbagai kondisi yang terjadi di NTB. Sehingga peningkatan kualitas UMKM sangat perlu dilakukan.

Pada gempa bumi yang melanda NTB tahun 2018 silam, berkat bantuan dari berbagai penjuru dunia, dalam waktu kurang dari setahun NTB mampu bangkit. Bahkan pada 2019 pertumbuhan ekonomi di NTB tercacat sebagai tertinggi keempat dari 34 provinsi di Indonesia.

Ketika pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan yang signifikan, kata istri Gubernur NTB ini, daerah ini kembali dilanda oleh musibah yakni pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 yang tidak hanya melanda NTB akan tetapi juga melanda dunia.

‘’Saya melihat dari penurunan yang terjadi dari sisi perekonomian itu ketika pandemi Covid-19 ini kita turun nya lebih sedikit, yang mana dulu kita minus 4 persen dan saat ini hanya minus 2 persen. Artinya kita dari sisi perekonomian mungkin sudah lebih kuat. Artinya meski kita sangat menderita namun kita bisa menghadapi ini dengan lebih baik lagi,’’ ujarnya.

Hal itu semakin membuat Niken semakin optimis. Bahwa pada perhelatan MotoGP 2021 mendatang UMKM NTB akan menjadi pemain utama dalam kegiatan tersebut. Untuk itu, ia mengajak akan terus mengobarkan semangat dan memperkuat kolaborasi UMKM menyambut perhelatan MotoGP 2021. (nas)

sumber: https://www.suarantb.com/akselerasi-belanja-daerah-dan-cara-tak-biasa-gerakkan-ekonomi-lokal/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *