Rapat Koordinasi Pengelolaan Rumah Potong Hewan Banyumulek

Hallo SobaTernak..

Permintaan konsumsi daging dan produk-produk peternakan dalam negeri srmakin meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk peningkatan pendapatan dan daya beli serta meningkatnya permintaan tersebut memberi peluang untuk berkembangnya usaha agribisnis peternakan khususnya ternak besar seperti sapi dan kerbau.

Program swasembada daging sapi/kerbau nasional tahun 2026 telah dicanangkan sebagai program utama Kementerian Pertanian dan menjadi program nasional periode 2014-2019, dengan menjalankan kebijakan pembatasan import daging sapi/kerbau guna memberi kesempatan kepada para pelaku industri peternakan dalam negeri untuk mengisi celah pasar daging yang ditinggalkan oleh daging beku import tersebut.

Beberapa persiapan baik secara nasional maupun regional telah dilakukan pemerintah dari sisi penguatan infrastruktur melalui program revitasilisasi Rumah Potong Hewan (RPH), moda transportasi maupun dari sisi suprastruktur dengan memperkuat kelembagaan organisasi profesi dan bisnis yang telah ada seperti forum bisnis peternakan sapi lokal, Persatuan Pedagang Hewan Nasional Indonesia (Pepehani) dan Sarjana Membangun Desa (SMD).

Berbekal stok sapi hidup hasil program Bumi Sejuta Sapi, program kelompok binaan dan kelompok ternak penggemukan sapi mandiri yang ada di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok serta difasilitasi oleh 2 (dua) unit Rumah Potong Hewan standar Internasional yang ada di NTB, maka dari itu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menyelenggarakan rapat terkait dengan Kerjasama Pengelolaan Rumah Potong Hewan Banyumulek dengan Pihak Ketiga dalam hal ini PT Siar Nusa Tenggara yang bertempat di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB pada hari Senin, 8 Nopember 2021.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Assten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang dihadiri juga oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, BPKAD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Biro Ekonomi, PT Siar Nusa Tenggara, serta Kepala Bidang/UPT lingkup Disnakkeswan Provinsi NTB.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *