KEBUT PEMBANGUNAN KAWASAN FOOD ESTATE LABANGKA “PEMPROV NTB RAPAT KOORDINASI DENGAN STAF KHUSUS MENTERI PERTANIAN
KEBUT PEMBANGUNAN KAWASAN FOOD ESTATE LABANGKA “PEMPROV NTB RAPAT KOORDINASI DENGAN STAF KHUSUS MENTERI PERTANIAN
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Bapak Prof. Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M.TDev yang bertempat di Ruang VIP A Bandara International Lombok Kabupaten Lomboh Tengah.
Selain Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB drh. Khairul Akbar, M.Si, turut hadir mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat antara lain Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kepala BPTP NTB dan Balai Karantina Kelas I Mataram.
Food Estate adalah kawasan terintegrasi pertanian secara umum, dimana outputnya adalah kemandirian menghasilkan produk. Kegiatan hulu hilir dilakukan dalam satu kawasan, dengan syarat food estate adalah memiliki 10.000 hektar lahan pertanian.
Pada kesempatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Ir. H. Ridwan Syah, M.Sc, MM, M.Tp menyampaikan selain dari food estate terintegrasi pertanian, pemerintah juga mengembangkan konsep food estate terintegrasi peternakan. Tahun ini Kementerian Pertanian akan menambah sebanyak 29 food estate, dimana Labangka salah satunya yang sudah masuk dalam usulan sehingga nantinya usulan food estate terintegrasi peternakan ini akan ditambahkan dalam 29 food estate di tahun 2021 ini, ungkap H. Ridwan Syah.
Selain itu Pemerintah Provinsi NTB juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan seribu desa sapi, yang salah satunya segera terwujud adalah desa-desa penyangga KEK Mandalika di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, tutup Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.


















