INTERVENSI PERBIBITAN KERBAU BELANG MENJAJAKI UNIT PELAKSANA TEKNIS DI DAERAH

INTERVENSI PERBIBITAN KERBAU BELANG MENJAJAKI UNIT PELAKSANA TEKNIS DI DAERAH.

Hibah straw kerbau belang dari Balai Produksi semen dan Pelayanan inseminasi Sulsel selain disasar untuk kelompok-kelompok perbibitan ternak kerbau di wilayah sumber bibit, juga dimaksimalkan untuk pengembangan ternak kerbau di pusat-pusat pembiakan ternak kerbau yang ada di daerah terutama pada unit-unit pelaksana teknis daerah. Hal ini disampaikan kepala BIB Lelede Muh Nur, SPt, MSi, dalam menerima kunjungan kerja sekligus memberikan klarifikasi terkait penanganan ternak induk pra dan pasca pelayanan IB pada ternak kepada kepala BPTHPT Serading, Herfan, SPt, bertempat di Aula Balai Inseminasi Buatan Lelede, Selasa, 22 Februari 2022.

Ternak Kerbau merupakan ruminansia besar yg memiliki keunggulan komparatif, yaitu mampu beradaptasi lebih luas dari dataran rendah, daerah perbukitan, hutan dan rawa serta kawasan yang sangat kering dengan tetap dapat mempertahankan daya reproduktsi untuk melanjutkan keturunan serta kemampuan produktivitas baik sebagai penghasil daging, susu, kulit dan tenaga kerja bagi keluarga peternak/petani.

Kerbau Sumbawa merupakan salah satu rumpun kerbau lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan telah dibudidayakan secara turun temurun, mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan.

Masyarakat di Pulau Sumbawa pada umumnya memelihara kerbau masih bersifat tradisional yang pemeliharaan masih dilepas di padanf penggembalaan yang disebut Lar/So.

Populasi Kerbau Sumbawa perkembangannya dari tahun ke tahun cenderung menurun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan populasi ternak Kerbau Sumbawa ini antara lain (1) manajemen pemeliharaan yang belum mendukung produktivitas ternak yang optimal, (2) ketersediaan pejantan yang kuranf memadai, (3) terjadinya pengurasan ternak yang berlebihan, (4) berkurangnya luasan padang penggembalaan umum akibat penguasaan lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, (5) adanya kecendrungan masyarakat untuk mengganti ternak kerbau mereka dengan sapi.

Untuk mempertahankan keberadaan Kerbau Sumbawa perlu dilakukan langkah-langkah yang strategis dalam upaya keberlangsungan pengembangan Kerbau Sumbawa yang salah satunya bisa dengan inseminasi buatan.

#ntbsejahteradanmandiri

#ntbgemilang

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *