Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, SP, M.Ec didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dilaksanakan di Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Surabaya, Sabtu 24 Agustus 2024.
Seperti yang diketahui beberapa tahun terakhir menjadi masa yang berat bagi dunia peternakan di Indonesia, terutama dengan masuknya wabah PMK pada bulan Mei 2022 setelah lebih dari 30 tahun bebas dari penyakit ini.
Rapat koordinasi yang dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Agung Suganda menjelaskan berbagai upaya pengendalian telah dilakukan Pemerintah termasuk penetapan wilayah wabah, pembentukan posko satuan tugas, pengadaan obat-obatan dan vaksin, serta pelatihan bagi petugas. Salah satu strategi utama dalam pemgendalian PMK adalah vaksinasi.
“Terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam pengendalian wabah PMK. Namun kita tidak boleh lengah. Penting untuk melaksanakan vaksinasi rutin pada ternak yang rentan PMK, karena penyakit ini sulit dikendalikan tanpa vaksinasi yang berkelanjutan” ujar Agung Suganda.
Rakor ini menghasilkan kesepakatan target dosis vaksinasi per provinsi untuk 3 bulan ke depan, strategi dan rencana aksi, evaluasi dan monitoring, serta reward dan punishment yang dituangkan dalam Berita Acara hasil pertemuan yang ditandatangani oleh seluruh peserta rapat. Percepatan pelaksanaan vaksinasi PMK ini diharapkan dapat mengendalikan dan mempertahankan penurunan kasus PMK di Indonesia.















