Webinar Strategi Branding dan Pemasaran Special Bali Beef

Upaya pemerintah dalam menjadikan daging sapi Bali sebagai daging premium asli Indonesia masih menapaki tahap awal. Setelah acara Sosialiasi dan Uji Rasa Special Bali Beef yang diselenggarakan di Mandalika dua pekan silam (22/8/2020) oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, kini giliran pihak akademisi yaitu Fakultas Peternakan Universitas Mataram menyelenggarakan webinar bertajuk “Branding and Marketing Strategis for Special Bali Beef” pada kamis (10/9/2020).

Narasumber webinar terdiri dari unsur pemerintah, akademisi dan juga pelaku usaha. Pihak pemerintah diwakili oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani berpesan bahwa jalan panjang branding special Bali beef ini membutuhkan komitmen dari berbagai stakeholder.

Penelitian terkait peningkatan kualitas sapi Bali telah dilakukan sejak lama dan oleh berbagai pihak, diantaranya sebagai pionir Tanda Panjaitan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB dan Dahlanuddin dari Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Selain itu, webinar juga menghadirkan akademisi dari Massey University yaitu Steve Morris dan University of New England Heather Burrow, keduanya juga telah melakukan penelitian terkait sapi Bali melalui program IFSCA dan Indobeef.

Materi strategi branding dan pemasaran special Bali beef disampaikan oleh Yudi Guntara, pemilik PT Citra Agro Buana Semesta yang bergerak di usaha peternakan sapi potong. Yudi memaparkan bahwa poin kunci dalam branding adalah cerita produk, seperti yang telah dilakukan pada restoran daging miliknya di Bandung, yang memberikan cerita bagaimana daging diproses dari kendang sampai di meja makan. “Daging-daging kami juga dilengkapi dengan QR Code yang apabila dipindai akan menampilkan informasi asal hewan, lokasi pemeliharaan, lama penggemukan, dan waktu pemotongan daging tersebut,” lanjut Yudi. Untuk pemasaran, Yudi berpesan bahwa kenyamanan dan ketertarikan konsumen harus diperhatikan, sebagai contoh took daging yang nyaman dan bersih, penjualan melalui online, dan potongan-potongan daging yang khas.

“Pemerintah sangat berharap pada para stakeholder untuk dapat berperan sesuai keahliannya dalam upaya branding special Bali beef ini, sinergitas antara pemerintah, akademisi dan pelaku usaha ini akan kami koordinasikan, sehingga harapan-harapan besar pada special Bali beef ini dapat tercapai, salah satunya adalah mampu mensubstitusi daging premium impor,” tutup Fini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *