Waspada Penyakit Mulut dan KuKu (PMK) Pada Ternak Sapi

Penyakit hewan menular itu ibarat kebakaran, bila terlambat dideteksi akan lebih sulit dipadamkan. Sapi yang mengeluarkan air liur berlebih (ngeces) dan lepuh di mulut (sariawan) jangan dianggap biasa, tapi harus dicurigai sebagai Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK, apalagi bila disertai pincang atau malas bergerak (akibat jejas di sekitar teracak/ kuku). Ibarat kebakaran, kejadian PMK akan lebih mudah ditanggulangi ketika kejadiannya masih kecil. Oleh karena itu sobaTernak yang mengamati sapi dengan tanda seperti ini harus menginformasikan petugas kesehatan hewan pada otoritas veteriner kabupaten terdekat agar dokter hewan atau paramedik veteriner segera melakukan penyelidikan dan melakukan tindakan penanggulangan.

Bila sobaTernak adalah pengguna iSIKHNAS, laporkanlah segera menggunakan Laporan Prioritas dengan kode PLL.

Indonesia sudah bebas PMK sejak 1986 dan diakui oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) sejak tahun 1990. Penyakit ini masih ada di banyak negara di daratan Asia, Afrika dan sebagian Amerika Latin. Negara tetangga seperti semenanjung Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Tiongkok pun masih tertular PMK. Indonesia berisiko untuk tertular, oleh karena itu kita harus selalu Waspada.

Peran serta sobaTernak melaporkan setiap dugaan PMK sangat lah penting. Semakin cepat kita mendeteksi akan semakin mudah kita menanggulangi penyakit dan kerugian akibat penyakit dapat kita cegah.

Waspadalah!

(foto credit DPIRD Western Australia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *