Teknologi Biogas UPTD Balai Inseminasi Buatan Banyumek

Peternakan sangatlah identik dengan pencemaran. Limbah kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik, berdampak terhadap lingkungan. Untuk mengurangi pencemaran terhadap lingkungan, di UPTD BIB banyumulek telah dilakukan optimalisasi pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi Biogas yang merupakan energi baru terbarukan.

Te─Ěnologi Biogas merupakan salah satu teknologi tepat guna untuk mengolah limbah peternakan. Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme yg tersedia dialam untuk merombak dan mengolah berbagai limbah organik yg di tempatkan pada ruang kedap udara (an aerob). Pada akhirnya proses perombakan tersebut dapat menghasilkan pupuk organik cair (POC) dan Biogas.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menyampaikan bahwa selain mendukung program pemerintah NTB yaitu Zero Waste, sudah sepantasnya bagi setiap peternakan untuk melakukan investasi instalasi pengolahan limbah untuk mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan termasuk meningkatkan nilai tambah usaha peternakan tersebut. Selanjutnya hasil pengolahan limbah tersebut dengan konsep hasil akhir menjadi produk berdaya guna sebagai bahan bakar gas (biogas) dan pupuk organik padat cair yg bermutu baik. Dua jenis produk ini sangat membantu permasalahan bahan bakar (energi) dan kebutuhan pupuk organik.

Instalasi Biogas yg ada pada Balai Inseminasi Buatan Banyumulek Banyumulek merupakan hasil kerjasama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) . Daya listrik yg dihasilkan 4.600 Watt dari digester yg tersedia Serta hasil lainnya berupa pupuk padat dan pupuk cair, namun dapat ditingkatkan lagi sesuai dengan gas bio yg terbentuk.

#NTBSejahteraDanMandiri
#KampungUnggas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *