Tak Harus di Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Bisa Isolasi Mandiri di Rumah Sendiri

Pasien positif Covid-19 ringan atau tanpa gejala tidak mesti diisolasi di rumah sakit. Namun bisa dilakukan di rumah. “Ini yang sedang kami kaji,” kata dr Wahyu Sulistya Affarah, satgas pandemi Covid-19 RS Universitas Mataram

Menurutnya, penularan virus Korona berbahaya jika ada penyakit komorbit atau penyerta. Seperti ibu hamil, sakit jantung, dan diabetes.

Sementara pasien positif Korona ringan atau tanpa gejala kondisinya cukup sehat. Mereka baik-baik saja. Bisa cepat sembuh bila imun tubuhnya kuat. Jadi, dibutuhkan vitamin, makan-makanan bergizi, dan banyak hiburan.

Farah mengatakan, sesuai Permenkes terbaru yang keluar Mei lalu. Pasien positif Korona ringan atau tanpa gejala diizinkan diisolasi di rumah. Karena tidak mungkin pasien ini akan diisolasi terpusat di rumah sakit atau tempat lainnya.

“Tapi, mampu tidak masyarakat melakukan isolasi mandiri?” katanya. Karena, lanjutnya, dalam melakukan isolasi mandiri masyarakat harus menerapkan protokoler kesehatan. Menggunakan masker, handsanitizer, dan cuci tangan. Selain itu, pasien harus menjaga jarak dengan keluarga di rumah.

Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia NTB dr Slamet mengumpamakan, pasien yang terpapar Korona ibarat jalan di jurang. Jika terpapar Korona dengan penyakit komorbit maka akan cepat jatuh. “Seperti diabetes yang tak terkontrol, ditambah lagi terpapar Korona,” terang dia.

Adapun penyakit Komorbit yang berbahaya jika terpapar Korona. Yakni, struk, sakit jantung, lupus, diabetes, bahkan ibu hamil. Orang dengan penyakit ini harus hati-hati. Jaga diri jangan sampai kontak dengan orang yang terpapar Korona. “Pakai masker. Jaga jarak,” terangnya. (Lombok Post)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *