Koordinasi Terkait Antisipasi Penyakit ASF

Rabu (09/10), Kepala Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani yang didampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan drh. Bima Priyatmaka melakukan koodinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi NTB terkait penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika.

Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dari Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan untuk mencegah terjadinya kasus ASF di NTB, yang mana akan dapat berakibat buruk pada sektor pariwisata di NTB.

drh. Bima Priyatmaka menjelaskan bahwa yang menjadi kekhawatiran adalah jangan sampai terjadi kasus ASF di NTB yang berdampak pada dikeluarkannya travel warning oleh negara asal wisatawan mancanegara utamanya Australia sebagai negara asal wisatawan yang selama ini paling banyak mengunjungi NTB.

Maka atas dasar kekhawatiran itu Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna mengantisipasi masuk dan tersebarnya ASF ke wilayah NTB. Sebab, berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE, hampir semua negara di benua Asia sudah terkontaminasi virus ASF, di antaranya Mongolia (Januari 2019), Vietnam (Februari 2019), Kamboja (Maret 2019) dan Hongkong (Mei 2019). Kemudian Korea Utara (Mei 2019), Laos (Juni 2019), Myanmar (Agustus 2019), Filipina (Agustus 2019) serta yang terbaru adalah Timor Leste (September 2019). (Disnakkeswan_Ve)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *