CARA MEMILIH SAPI BAKALAN YANG BAIK

Usaha penggemukan sapi memang diminati banyak peternak dan pengusaha. Periode cash flow yang cepat, keuntungan tinggi, pasar yang terbuka menjadikan usaha penggemukan ini bisnis yang menggiurkan. Namun banyak yang ingin memulai bisnis ini belum mengetahui bagaimana memulainya, salah satunya adalah bagaimana cara memilih bakalan.

Memilih bakalan yang tepat, sangat berpengaruh dalam kesuksesan usaha penggemukan, karena perdampak langung terhadap produktifitas ternak dan efisiensi pakan yang digunakan. Salah memilih bakalan, bisa membuat biaya pakan membengkak, namun pertambahan bobot badan tidak seberapa. Tetapi jangan khawatir, memilih bakalan tidak terlalu sulit, para pengusaha yang baru memulai usahanya di penggemukan sapi, bisa menerapkan tips-tips dibawah ini.

Memilih Bangsa Ternak
Salah satu yang sering menjadi perhatian di usaha penggemukan sapi adalah PBB alias pertambahan bobot badan, karena PBB ini yang menentukan berapa banyak selisih bobot badan sapi yang bisa dikonversi menjadi keuntungan bagi pengusaha. Setiap bangsa memiliki keunggulan tersendiri, ras impor (Simental, Limousin) memang memiliki keungulan PBB harian yang bisa mencapai 1,2 kg. Namun pakannya harus berkualitas tinggi. Sementara sapi lokal (PO, Bali, Madura) biasanya memiliki PBB harian sekitar 0,6-0,8 kg, tetapi biaya dan kualitas pakanyang digunakan lebih rendah dibandingkan dengan yang impor. Jadi, untuk pemilihan bangsa ternak ini, sangat tergantung pada ketersediaan pakan didaerah/lokasi penggemukan dan juga biaya yang tersedia. Nah, silahkan dipilih bangsa mana yang cocok dengan lokasi penggemukan anda.

Menentukan Umur Ternak
Nah ini dia faktor yang seringkali peternak atau pengusaha terkecoh. Peternak atau pengusaha biasanya lebih fokus terhadap performa ternak, besar, bagus, dan sehat, tetapi melupakan umur ternak yang akan dijadikan bakalan, seringkali yang dipilih adalah umur tua atau lebih dari 3 tahunan. Alhasil, PBB harian tak seberapa, biaya pakan membengkak, dan keuntungan mengempis.
Perlu diketahui sapi dengan umur diatas 2,5 tahun memiliki pertumbuhan bobot badan yang lambat dibandingkan umur dibawahnya. Pembentukan/ sintesis daging minimal, sementara pembentukan lemak subkutan maksimal.

Secara ekonomis, memelihara sapi umur tua sudah jelas merugi. Sebenarnya, berapa ya umur sapi yang ideal sebagai bakalan? yang ideal untuk bakalan adalah pada umur 1,5 sampai dengan 2,5 tahun. Pada umur tersebut pembentukan/sintesis daging sedang bagus-bagusnya, efesiensi saluran cerna juga optimal, sehingga pakan yang diberikan, diserap secara optimal untuk pertumbuhan. Alhasil, PBB optimal, biaya pakan minimal, sementara keuntungan maksimal. Jadi, untuk bakalan pilihlah umur 1,5-2,5 tahun jangan coba-coba pilih yang tua. Lalu bagaimana cara pilih sapi umur 1,5-2,5 tahun? Caranya gampang, lihat saja giginya. Pilihlah sapi dengan poel satu seperti gambar.

Jenis Kelamin
Pemilihan sapi sebaiknya berjenis kelamin jantan. Hal ini disebabkan sapi jantan pertumbuhannya lebih cepat dibanding sapi betina. Disamping itu juga untuk mencegah pemotongan ternak betina produktif.

Performa Baik dan Sehat
Performa bakalan bisa dilihat dari Body Condition Score (BCS). BCS yang baik untuk bakalan yaitu 3. Sapi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
· Tidak ada legokan sekitar pangkal ekor
· Jaringan lemak dapat diraba dengan mudah pada seluruh bagian
· Pelvis dapat diraba dengan sentuhan
· Jaringan lemak yang melingkupi bagian permukaan tulang iga masih dapat diraba dengan sedikit tekanan sekitar daerah ini.

Kesehatan menjadi faktor penting dalam pemilihan bakalan. Kesehatan ternak bisa dilihat dari fisik ternak yang lengkap dan normal, seperti kaki tidak pincang, tidak terdapat luka pada kulit, rambut mengkilat, mata dan telinga lengkap, hidung berlendir, serta nafsu makan yang tinggi.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ditjen PKH Kementan RI
#sapibagus #ilmuternak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *