Waspada Terhadap Penyakit Anthrax

Penyakit Anthrax (Radang Limpa)
Adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian mendadak atau tiba-tiba dan dapat menyerang pada berbagai jenis penyakit seperti: Sapi, Kerbau, Kuda, Kambinng, Domba yang diserta dengan demam atau panas badan yang tinggi pada manusia (zoonosis).

Penyebab Penyakit

  1. Penyebab penyakit anthrax adalah kuman (bakteri) yang disebut baksil anthrax (Bacillus Anthrax)
  2. Baksil Antrax pada keadaan tertentu dapat berkembang biak dengan cepat sekali melalui pembentukan spora (tahapan kehidupan kuman) keuman tahan terhadap kekeringan dalam jangka waktu yang lama bahkan dapat didalam tanah dapat tahan hidup (40 Tahun-50 tahun).
  3. Kuman anthrax banyak terdapat didaerah pertanian terutama daerah basah dan lembab.

Cara Penularan

  1. Penularan penyakit dari hewan penderita ke hewan lain yang sehat terjadi melalui alat pencernaan. Alat pernafasan dan melalui permukaan, alat pernafasan dan melalui permukaan kulit yang luka.
  2. Penularan penyakit pada manusia biasanya terjadi melalui permukaan kulit yang terluka terutama orang-orang yang sering berhubungan dengan ternak penderita, dapat pula karena makan daging/limpa yang berasal dari ternak penderita anthrax.
  3. Kuman anthrax berpindah dan menyebar kemana saja melalui air, angin, serangga dan bahan-bahan lainnya yang tercemar kuman anthrax.
  4. Alat penghisap darah hewan pemakan bangkai dan burung-burung merupakan binatang yang dapat memindahkan penyakit ini.
    3

Tanda-tanda Penyakit Anthrax
Tanda-tanda umum: Gemetar, gelisah, dan susah bernafas,Pengkengkakan leher, dada sisi lambung, punggung dan alat kelamir luar, Suhu tubuh meningkat/demam (41,50 celciu) dan lesu. Beberapa kejadian terutama pada sapi dan kambing banyak mengalami kematian dalam jangka waktu singkat yaitu beberapa menit sampai beberapa hari.Dengan ditandai dengan kelemahan yang mendadak, demam, sesak nafas, dan keluar darah dari lubang-lubang tubuh.

Tanda-tanda Anthrax pada Hewan
Deman, sakit perut, lesu, lemah, tidak ada nafsu makan, menceret, berdasarh, bengkak bagian leher, dada, perut bagian bawah dan alat kelamin bagian luar.
1

Tanda-tanda Anthrax pada Manusia
Gejala klinis pada manusia terdapat 3 bentuk yaitu:
Bentuk kulit (Kuat)
Bersifat lokal, timbul bungkul merah pucat (karbungkel) yang berkembang jadi kehitaman dengan cairan bening berwarna merah. Bungkul dapat pecah dan jadi koreng. Bungkul berikutnya mucul tegang, bengkak dengan warna merah tua pada kulit sekitarnya. – Jika tidak diobati, penyakit akan berlanjut lebih parah dan dapat menyebabkan kematian (akibat Septikia)

Bentuk Pernafasan (Pulmonal)
Sesak nafas didaerah dada, bantuk, demam (tidak terlalu tinggi) dapat menyebabkan kematian jika penderita hebat (dyspone disertai sionosis)

Bentuk pencernaan (Gastroin Testinal)
Nyeri bagian perut, demam dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan kematian akibat septicemia
2

Kerugian
Kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit anthrax antara lain: Kehilangan tenaga kerja dan tenaga tarik, Kehilangan daging dan kulit serta bahan asal ternak lainnya, Berbahaya bagi ternak dan manusia karena dapat menyebabkan kematian, Daerah yang sudah tercemar oleh kuman anthrax sulit untuk memberantasnya.

Pengobatan
Bila petani ternak menjumpai dengan tanda-tanda seperti diatas, segera lapor ke puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) atau petugas peternakan setempat. Bila penyakitnya tidak bersifat mendadak, ternak dapa diobati dengan antibiotik (Penicilin atau Tetraciclin

Usaha Pencegahan

  1. Ternak yang terkena anthrax harus diasingkan untuk mendapatkan pengobatan oleh petugas sehingga tidak dapat berhubungan dengan ternak yang sehat.
  2. Dilarang menyembelih hewan yang sakit untuk memakan dagingnya
  3. Didekat tempat pengasingan (kandang) digali lubang sedalam 2,5 meter untuk menamping sisa makanan dan tinja dari kandang-kandang ternak sakit.
  4. Setelah lubang terisi makanan dan tinja sedalam 60 cm , lubang tersebut harus ditimbung dengan tanah baru.
  5. Terhadap ternak yang sehat tetapi berapa didaerah kasus penyakit atau terancam dilakukan vaksinasi anthrax setidaknya setahun sekali.
  6. Bangkai hewan yang mati karean anthrax harus segera dibakar habis atau dikubur dalam-dalam agar tidak dimakan burung/hewan pemakan bangkai.
  7. Bekas kandang ternak saki, perlengkapan yang tercemar harus dihapus-hamaka atau dibakar.

“Menjaga kesehatan ternak adalah dasar keberhasilan usaha peternakan dan meningkatkan pendapatan peternak”