RAKOR PENGEMBANGAN TANAMAN PAKAN BERKUALITAS

(Jum’at, 12 Mei 2017) Pertemuan Rapat Koordinasi Pengembangan Tanaman Pakan Berkualitas dilaksanakan di Hotel ARUNA Senggigi, dihadiri petugas teknis kabupaten dan kota se NTB, dan anggota kelompok perbibitan, inseminator, akademisi Prof. Ir. Yusuf Akyar Sutaryono, PhD, pakar tanaman pakan dari Universitas Mataram, ditunjuk menjadi narasumber pada pertemuan tersebut. Pada kesemptan tersebut bapak kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi NTB, drh.H.Aminurrahman,M.Si. menjelaskan bahwa “kegiatan pengembangan tanaman pakan berkualitas dalam rangka mendukung kesuksesan pelaksanaan UPAYA KHUSUS SAPI INDUK WAJIB BUNTING (UPSUS SIWAB) tahun 2017 melalui penyediaan pakan ternak yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dan memenuhi kebutuhan ternak induk”.

1  2

Adapun kegiatan tersebut mendapat dukungan anggaran sebesar Rp. 2.280.000.000,- ( dua miliar dua ratus delapan puluh juta rupiah) dimana agroinput diantaranya untuk penyediaan benih/bibit HPT sebesar Rp. 1.200.000.000, (satu miliar dua ratus juta rupiah), pengadaan biji legum, pengadaan pupuk kompos, pengolahan lahan dan pemeliharaan HPT, rapat koordinasi dan pembinaan secara berkelanjutan oleh tim teknis kabupaten dan provinsi, yang lebih utama adalah bagaimana pekerjaan tersebut selain memberikan hasil yang optimal dalam penyediaan pakan ternak, juga secara administrasi dapat dipertanggungjaabkan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Untuk itu, sangat diharapkan pada pertemuan dimaksud, dapat dirumuskan tentang pola dan mekanisme yang akan dilaksanakan dalam pengadaan bibit/benih HPT, apakah melalui Swakelola langsung dengan kelompok, atau harus melalui tender dengan pihak ketiga. Beberapa pengalaman tahun lalu, ketika pekerjaan yang sama dilakukan melalui tender, ada beberapa kelemahan yang menyebabkan pekerjaan tersebut tidak memberikan hasil yang maksimum, yaitu benih/bibit yang didistribusikan tidak tepat waktu, sehingga penanaman bibit/benih tidak tepat dilaksanakan, jenis dan ukuran bibit tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan lahan dimasing-masing kelompok, sehingga salah satu pilihan yang tepat adalah melalui SWAKELOLA dengan kelompok.

3