PETERNAKAN DAN FESTIVAL TAMBORA 2016

Oleh : Muhammad Yani, S.Pt., M.Si.

Tahun 1815 ada erupsi yang luar biasa dalam sejarah vulkanik dunia yaitu letusan Gunung Tambora. Ini merupakan letusan kedua terbesar setelah Gunung Toba. Efek letusan tersebut mengglobal, suhu global saat terjadi letusan turun hingga dua derajat. Bahkan konon, kekalahan Napoleon saat berperang dengan Rusia akibat letusan Gunung Tambora. Gunung Tambora menjadi memori kognitif bagi masyarakat dunia. Pemerintah Provinsi NTB ini ingin mengungkit memori tersebut untuk momentum pengembangan pariwisata di NTB.
Tambora
Peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora, 11 April 1815 bertepatan 200 Tahun meletusnya Gunung Tambora yaitu bulan April Tahun 2015 Pemerintah Provinsi melaksanakan even besar yang dinamakan Festival Tambora Menyapa Dunia. Tahun 2016 peringatan kedua yang dinamakan Festival Pesona Tambora, yang puncak pelaksanaannya dilaksanakan di Kabupaten Dompu dan Bima Provinsi NTB Festival ini dibuka 9 April 2016 oleh Wakil Gubernur Muhammad Amin dengan memukul rebana di halaman kantor Gubernur di Mataram.

Festival Pesona Tambora 2016 ini Perayaannya menyajikan berbagai macam atraksi budaya di lima kabupaten dan kota se Pulau Sumbawa. kegiatan budaya, melibatkan masyarakat setempat, Puncak acara dijadwalkan akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla jika Presiden Joko Widodo berhalangan hadir pada Sabtu 16 April 2016. Seni budaya yang akan ditampilkan dalam festival ini di antaranya meliputi pawai budaya di kota dan kabupaten Bima dan Dompu, pacuan kuda khas joki cilik, Karapan Kerbau, pameran Museum Warisan Budaya Maritim. Juga ada Festival Kopi Tambora, jelajah Tambora, lomba lari lintas Sumbawa 100 kilometer, Sailing Tambora, dan atraksi membakar makanan khas Dompu Puru Timbu sebanyak 1.500 sepanjang 1.500 meter, dan lain-lain.

Dibalik pesonanya Wisata Gunung Tambora, bagi sector peternakan Gunung Tambora memiliki arti tersendiri, dimana di bawa kaki Gunung Tambora ini terdapat padang savana yang begitu luas yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk beternak Sapi, Kerbau dan Kuda. Savana tersebut saat ini digunakan sebagai kawasan pengembalaan yang sangat berpotensi untuk penyediaan sumber-sumber pakan bagi ternak ruminansia. Kawasan ini di sebut Kawasan Doroncangga terletak di Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Luas padang pengembalaan adalah 1.966 Hektar, Kawasan ini dijadikan sumber pakan hijauan dan cadangan pakan di Kabupaten Dompu, pusat pelepasan ternak rakyat dan sentra pengembangan perbibitan ternak melalui Intensifikasi Kawin Alam. Mengingat peran penting kawasan padang pengembalaan Doroncangga ini oleh Pemerintah Kabupaten Dompu telah menetapkan lokasi tersebut sebagai lokasi pengembangan peternakan melalui Surat Keputusan Bupati Dompu Nomor : 38/Disnak/2014 tanggal 30 Januari 2014.
Sapi TamboraKuda Tambora
Sebagaimana diketahui bahwa Nusa Tenggara Barat secara nasional berperan strategis sebagai sumber bibit dan ternak potong nasional. Kontribusi NTB dalam penyediaan bibit khusus ternak Sapi rata-rata 12 ribu ekor pertahun untuk kebutuhan 18 provinsi se Indonesia. Peran strategis lainnya peternakan dalam pembangunan daerah di NTB diantaranya adalah : Sumber pendapatan sebagaian besar masyarakat pedesaan, Tabungan masyarakat untuk membiayai kebutuhan rumah tangga seperti onkos naik haji, biaya pendidikan dan lain-lain, penyediaan protein hewani yang sangat berguna bagi kesehatan, kecerdasan dan pencegahan dari gizi buruk, penyediaan lapangan kerja dan lapangan usaha bagi masyarakat,pelestarian lingkungan berupa sumber energy gas bio dan pupuk organik serta menghasilkan bahan baku industry pengolahan industry rakyat.

Dalam konteks pemenuhan pangan asal ternak upaya upaya yang telah dilakukan Adalah meningkatkan produksi daging, telur dan susu bagi kebutuhan masyarakat NTB. Peningkatan produksi ini diarahkan pada peningkatan produksi beberapa komoditas strategis dan komoditas andalan Provinsi seperti Sapi, Kambing dan Unggas. Trend peningkatan produksi daging sapi di NTB sebesar 20,7 persen dari 14.037 ton pada tahun 2014 menjadi 16.944 ton pada tahun 2015. Peningkatan produksi disamping untuk memenuhi kebutuhan lokal masyarakat NTB juga diarahkan dalam mencukupi kebutuhan daging Nasional sebesar 3,14 persen.

Program pembangunan peternakan NTB diarahkan melalui pola pemberdayaan masyarakat lokal melalui penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan produksi pakan hijauan berkualitas, peningkatan mutu genetik, integrasi pengembangan peternakan lintas sektoral, penanganan gangguan reproduksi pada sapi potong, pelayanan kesehatan hewan dan pemeriksaan laboratorium pada beberapa kasus penyakit strategis. Disamping usaha usaha yang dilakukan pada sub sektor hulu dan on farm dalam rangka peningkatan produksi dan populasi, peran hilirisasi usaha dilakukan untuk memberikan nilai tambah pada sektor produksi dan memberikan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan.
Peran sub sektor peternakan dalam aspek ekonomi adalah mendorong peningkatan PDRB sektor pertanian, meningkatkan akses masyarakat terhadap peran perbankan melalui akses permodalan usaha seperti Kredit Usaha Kecil dan Mikro, Kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS) pembibitan dan atau penggemukan pada kelompok peternak yang telah memiliki tingkat kelembagaan yang cukup baik.

Peran Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terukur melalui indeks perubahan Nilai Tukar Peternak di NTB dalam tahun 2014 sebesar 108,70 naik menjadi 114,85 dalam tahun 2015. Peningkatan indeks Nilai Tukar Peternak merupakan akibat dari pergerakan ekonomi sub sektor peternakan yang sangat dinamis dibanding dengan sub sektor lainnya seperti transaksi perdagangan ternak antar pulau dan keluar wilayah NTB dimana Provinsi NTB merupakan salah satu dari 8 (delapan) daerah sentra produksi sapi potong yang diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan Nasional.

Selain peran strategis diatas peternakan juga memberi andil disektor pariwisata dengan penyelengaraan even-even seperti Pacuan Kuda dan Karapan Kerbau khususnya dalam pelaksanaan Festival Pesona Tambora 2016 ini.

Dalam kebudayaan masyarakat Pulau Sumbawa terdapat suatu permainan yang dianggap sebagai warisan nenek moyang. Permainan ini di sebut “Main Jaran” dalam bahasa samawa, Pacoa Jara dalam bahasa Bima/Dompu atau “pacuan kuda”. Main jaran/Pacoa Jara adalah suatu permainan keahlian memacu kuda oleh seorang Joki.Yang menjadi daya tarik disini adalahJoki yang menunggangi kuda tersebut adalah anak kecil atau biasa disebut joki cilik. Joki cilik ini berusia sekitar 6-10 tahun,meskipun masih kecil tapi mereka sangat kuat dan pandai dalam menunggangi kuda. Permainan ini sangat digemari oleh masyarakat Pulau Sumbahwa maupun masyarakat luar pulau Sumbawa yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung permainan tradisional yang sangat menarik ini. Konon katanya joki cilik ini hanya terdapat Pulau Sumbawa,dan anda tidak akan temukan di tempat lain, jika ada pacuan kuda kemungmungkinan jokinya bukan anak kecil.

Pacuan Kuda diadakan setiap tahun, lebih- lebih pada waktu perayaan hari Besar Nasional/Daerah dan Even-Even lainnya seperti FestivalPesona Tambora ini. Hampir disetiap desa/Kecamatan melaksanakan permainan pacuan kuda ini. Pacuan Kuda dalam masyarakat Pulau Sumbawa sebagai sebuah tradisi juga bertujuan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki peternakan kuda misalnya dengan memelihara yang baik, pemberian makanan, dimandikan secara baik, teliti dan cermat, serta meningkatkan nilai jual ternak kuda.
Balap Kuda Balap Kuda-2
Selain tradisi Pacuan Kuda di Pulau Sumbawa ada juga tradisi lainnya yaitu Karapan Kerbau. Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun nenek moyang dan hobi masyarakat samawa sejak jaman dulu, kegiatan karapan kerbau sebagai pesta menyambutnya musim tanam yang digelar besar-besaran pada lahan sawah yang akan ditanam. Kerbau yang digunakan untuk karapan hanya kerbau jantan, pemeliharaan khusus untuk kerbau karapan hanya berada dikandang, diberi makan yang banyak kemudian dilatih setiap dua kali seminggu yaitu hari jum’at dan sabtu, bertujuan agar kerbau terbiasa berlari kencang dan terarah.

Dalam proses perlombaan karapan kerbau, setiap kerbau harus menjatuhkan kayu yang ada di tengah lapangan, jika sudah menjatuhkan kayu tersebut barulah kerbau dapat dikatakan berhasil sesuai dengan kecepatan tempuhnya. Tradisi kerapan kerbau selain berfungsi sebagai pesta masyarakat juga sebagai ajang meningkatkan pendapatan masyarakat peternak kerbau, karena Kerbau- Kerbau yang menjadi juara pada kegiatan karapan ini akan memiliki nilai tawar yang sangat tinggi. Untuk yang juara harga kerbau ataupun kuda pacu bisa mencapai 100 Juta Rupiah.
Karapan Kerbau_2Karapan Kerbau
Sebagai Destinasi Pariwisata Kelas Dunia, sudah saatnya kita masyarakat Provinsi NTB berbenah mempersiapkan destinasi dengan tidak hanya mengandalkan pesona alam saja namun menyiapkan atraksi budaya dan event pariwisata lainnya, dengan harapan even-even tersebut dapat mengungkit perekonomian daerah, sehingga masyarakat NTB bisa menjadi sejahtera.

Festival Pesona Tambora merupakan Event Tetap untuk mempromosikan potensi pariwisata Pulau Sumbawa yang terdiri dari Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu Bima dan Kota Bima dan potensi Sumber Daya Alam Teluk Saleh. Festival Pesona Tambora diadakan untuk mengangkat Nama Tambora sebagai branding pariwisata Sumbawa yang telah melegenda karena kedahsyatan letusannya 200 tahun yang lalu. sehingga diharapkan nantinya dengan dijadikannya Festival Pesona Tambora sebagai Event tetap Sumbawa akan menjadi ikon bagi pecinta wisata serta kesempatan untuk membangkitkan potensi-potensi daerah lainnya.